Wilayah Indonesia Alami Puasa Terlama? Ini Alasannya

Inilah alasan kenapa Indonesia mengalami puasa yang lama

Wilayah Indonesia Alami Puasa Terlama? Ini Alasannya
Map Indonesia (Foto : map.co.id)

inibaru.id - Puasa sering kali membuat seseorang merasa cepat lelah. Apalagi jika berpuasa dalam cuaca yang terik dengan minimnya suplai energi ditengah menjalankan ibadah puasa. Hal tersebut tentu akan membuat energi seseorang cepat terkuras.

Kemudian apa yang terjadi jika waktu puasa terjadi lebih panjang? Ya, jawabannya adalah bagaimana kita mampu mengatur pola kegiatan dan makanan yang menjadi asupan ketika berbuka puasa dan sahur.

Fenomena ini yang kini tengah terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Wilayah Indonesia yang luas membuat waktu di tiap wilayah mendapatkan cahaya matahari dalam jumlah yang bervariasi. Variasi periode penyinaran matahari menimbulkan perbedaan lamanya puasa Ramadan.

Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), mengatakan bahwa fenomena ini terjadi karena matahari sedang berada di dekat 23,5 derajat lintang utara.

Karena itu, belahan bumi utara mengalami siang lebih lama. Termasuk didalamnya adalah wilayah Indonesia. Wilayah Indonesia yang mengalami puasa terlama adalah Aceh. Hal tersebut terlihat ketika orang-orang di Jawa bersiap untuk shalat Tarawih, orang Aceh baru akan berbuka.

Berdasarkan metode perhitungan Kementerian Agama Banda Aceh yang didapat dari laman muslimpro.com, waktu Magrib di Banda Aceh pada Selasa (30/5) pukul 18:50 WIB. Hal tersebut tentu akan sedikit berbeda jika dibandingkan dengan Jakarta yang mengalami waktu magrib pukul 17.46 WIB.

Sementara itu, daerah yang paling cepat berbuka adalah Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Di sana, orang akan berbuka puasa pada pukul 17.31 WITA.

Meski demikian, karena berada di wilayah khatulistiwa, perbedaan lama puasa di Indonesia tak terlalu signifikan dan tak terlalu terpengaruh gerak semu matahari.

Hal tersebut memberikan pengetahuan dan pengarahan pada kita yang menjalankan ibadah puasa untuk bijak mengatur aktivitas selama di bulan ramadan. (NA)