Sosok-sosok yang akan Hadir di Asean Literary Festival 2017

ASEAN Literary Festival (ALF) akan kembali digelar pada 3 hingga 6 Agustus 2017 mendatang. Untuk kali keempat, festival ini akan kembali menghadirkan para sastrawan mumpuni dari segala penjuru Asia Tenggara.

Sosok-sosok yang akan Hadir di Asean Literary Festival 2017
ASEAN Literary Festival (ALF) akan kembali digelar pada 3 hingga 6 Agustus 2017 mendatang. (foto: edukasi.kompas.com)
1k
View
Komentar

Inibaru.id - ASEAN Literary Festival (ALF) akan kembali digelar pada 3 hingga 6 Agustus 2017 mendatang. Untuk kali keempat, festival ini akan kembali menghadirkan para sastrawan mumpuni dari segala penjuru Asia Tenggara.

Satu penulis yang cukup dinantikan kehadirannya dalam gelaran tersebut adalah Faisal Tehrani. Siapa dia? Mohd Faizal Musa adalah nama lengkapnya. Ia merupakan penulis kenamaan Malaysia dengan nama pena Faisal Tehrani.

Selama karir kepenulisannya, Faisal terbilang cukup sukses, yang dibuktikan dengan beberapa penghargaan personal yang ia peroleh. Novel bertajuk 1515 berhasil meraih Hadiah Sastra Utusan Malaysia-Exxon Mobil pada tahun 2002 sekaligus Anugerah Buku Negara (National Book Prize) tahun 2005 untuk kategori buku fiksi umum berbahasa melayu.

Baca juga
Peran Guru Sejarah dalam Memperbaiki Bangsa Ini
Masuk Sekolah Hari Pertama, Kalian Pasti Temui 5 Hal Ini

Meski demikian, tak semua karya penulis kelahiran Kuala Lumpur, 7 Agustus 1974 itu bisa bebas beredar di negaranya sendiri. Sejumlah karya miliknya dilarang terbit di Negeri Jiran lantaran dianggap terlampau kontroversial.

Novel Sebongkah Batu di Kuala Berang dilarang terbit di negara berpenduduk mayoritas islam tersebut pada 2011. Menyusul kemudian Novel Perempuan Nan Bercinta setahun berselang. Kumpulan cerpen Tiga Kali Seminggu, drama pentas Karbala, dan kumpulan puisi Ingin Jadi Nasrallah pun tiada mendapat tempat di negaranya, meski tetap memiliki pembacanya sendiri.

Pada perhelatan ALF nanti, Faisal direncanakan akan membuka acara dengan memberikan kuliah umum tentang demokrasi, kebebasan berekspresi, dan dunia sastra di Asia Tenggara. Kegiatan itu akan dilangsungkan di Fatahillah Square, Kota Tua, Jakarta, sebagaimana diungkapkan Direktur Program ALF Okky Madasari.

Di samping Faisal Tehrani, penulis tanah air yang baru saja meraih penghargaan cerpen terbaik versi Kompas, Martin Aleida, juga dikabarkan akan menjadi pengisi ALF.

Baca juga:
iJateng, Upaya Tingkatkan Budaya Literasi Jawa Tengah
Survei Kids Rights Index 2017, Ternyata Pemenuhan Hak Anak Indonesia Lebih Baik Dari Inggris

Bertemakan “Beyond Imagination”, ALF juga akan menghadirkan belasan sesi diskusi sebagaimana dihelat tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini kebebasan berekspresi menjadi isu utama, bersanding dengan bahasan radikalisme dan terorisme, serta peran media sosial yang semakin sentral dalam kehidupan pribadi dan bermasyarakat.

Jurnalis cum penulis Arswendo Atmowiloto juga akan turut menjadi pembicara diskusi dalam ALF guna menanggapi isu penistaan agama. Sebagaimana kita tahu, Arswendo pernah dijebloskan ke penjara karena kasus penistaan agama setelah melakukan survei untuk tabloid Monitor tahun 1990.

Penulis yang belakangan fokus membahas konflik agama, Michael Vatikiotis, juga dikabarkan akan turut serta meramaikan gelaran ALF 2017 mendatang.(GIL/IB)