Ratusan Juta Anak Dunia Masih Sulit Membaca dan Memahami Matematika

Meskipun sudah mendapatkan akses pendidikan, kemampuan anak dan remaja dalam membaca dan menghitung ternyata masih rendah. Ini sungguh mengkhawatirkan!

Ratusan Juta Anak Dunia Masih Sulit Membaca dan Memahami Matematika
Anak membaca di perpustakaan sekolah. (Foto: duniaperpustakaansekolah.blogspot.com)

Inibaru.id - Laporan terbaru yang dikeluarkan UNESCO Institute for Statistics (UIS) mengungkapkan fakta memprihatinkan tentang tingkat kemampuan anak-anak dan remaja di seluruh dunia dalam hal membaca dan matematika. Laporan itu menyebutkan bahwa 617 juta anak dan remaja bahkan tidak mampu mencapai tingkat kemampuan minimum dalam memahami kedua bidang pendidikan tersebut.

Dalam laporan yang dikeluarkan pada Kamis (21/9) ini, disebutkan bahwa jumlah tertinggi berasal dari Sub-Sahara Afrika dan Asia Tengah. UIS juga menyebutkan bahwa 387 juta anak usia sekolah dasar dan 230 juta remaja usia sekolah menengah pertama masih tidak mampu memenuhi kemampuan minimum dalam hal membaca dan matematika. Angka ini sekitar dua-pertiga dari anak-anak usia sekolah dasar dan lebih dari 50 persen anak usia sekolah menengah pertama.

Baca juga: Ingat, Negara Kita Masih Harus Mengembangkan Potensi SDM

UIS menyebutkan bahwa masalah rendahnya tingkat kemampuan membaca dan matematika ini disebabkan oleh rendahnya akses pendidikan berkualitas. Hal ini akan membuat anak tidak bisa benar-benar memahami apa yang mereka pelajari di sekolah. Selain itu, dunia pendidikan juga masih belum mampu mempertahankan setiap anak agar tetap belajar di sekolah.

Silvia Montoya, Direktur UIS, menyebutkan bahwa data ini sangatlah mengkhawatirkan. Menurutnya, hal menyia-nyiakan potensi manusia sehingga menurunkan prospek untuk mendapatkan pembangunan yang berkelanjutan di masa depan.

“Data baru ini adalah seruan untuk bangun bagi penanaman modal yang jauh lebih besar di bidang kualitas pendidikan,” tutur Montoya sebagaimana dilansir dari Antaranews (22/9).

Baca juga: Baru Tahu, Jutaan Masyarakat Indonesia Ternyata Masih Berstatus Buta Aksara

Di Indonesia, angka buta huruf sudah bisa ditekan menjadi hanya tinggal 2.07 persen dari total populasi di Tanah Air. Meskipun terlihat sangat kecil, sebenarnya masih ada sekitar 3,4 juta jiwa yang belum bisa membaca. Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy mengungkapkan bahwa semua pihak di dunia pendidikan sebaiknya bekerja lebih keras agar bisa menuntaskan angka buta huruf ini.

Menteri Muhadjir juga berpesan pada pegiat pendidikan untuk tidak hanya membuat warga bisa membaca, menulis, atau berhitung saja. Beliau mengharapkan agar warga yang sudah membaca juga bisa mengerti apa yang Ia baca dan paham dalam hal menghitung. (AW/SA)