Penting! Kenali Teknik Jawaban Anak yang Bertanya Tentang Teroris

Inilah teknik menjawab pertanyaan anak yang ingin tahu tentang teroris

Penting! Kenali Teknik Jawaban Anak yang Bertanya Tentang Teroris
Anak bertanya (Foto : telegraph.co.uk)
880
View
Komentar

inibaru.id - Serangan teroris yang terjadi beberara waktu di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia ini setidaknya telah menyita perhatian publik. Tak sedikit yang bertanya terkait motif yang melatarbelakangi seseorang melakukan aksi tersebut, tak terkecuali bagi anak-anak.

Rasa penasararan berlebih yang tumbuh bersama dengan proses perkembangan seorang anak, memicu mereka untuk bertanya tentang apapun yang terjadi disekitarnya. Tak terlepas juga dalam hal ini adalah keingintahuan anak terkait dengan yang disebut dengan teroris dan aksinya. Kebanyakan anak-anak belum paham benar apa yang sesungguhnya terjadi, tapi ia tetap ingin tahu lebih banyak. Nah kemudian bagaimana orang tua menyikapinya dan menjawab berbagai pertanyaan sang buah hati.

Winston Wish, sebuah yayasan amal untuk anak-anak di Inggris menyarankan orang tua agar memberi informasi yang akurat kepada anak-anak dan membiarkan mereka bertanya kepada orang yang mereka percaya daripada mendengarnya dari sumber yang tak jelas dan menyesatkan. Menutupi fakta yang sebenarnya atau memberi informasi yang tak jelas kepada anak-anak tak akan membuat mereka merasa lebih baik.

Baca juga:
Penggila Kentang Goreng, Punya Risiko Meninggal 2 Kali Lipat Lebih Cepat
Tiap Tubuh Seseorang Memiliki Sel Kanker

Kendati demikian, orang tua juga harus memperhatikan informasi yang akan disampaikan kepada anak. Agar jawaban tersebut mudah dipahami oleh anak, tidak menakut-nakuti dan juga tidak memicu dendam dalam diri anak.

Misalnya dalam menanggapi kasus pengeboman yang terjadi disebuah konser di Manchaster beberapa pecan lalu. Pihak Winston Wish sebagai yayasan yang bergelut dalam bidang anak dilansir dari majalah Hello mencoba memberikan gambaran jawaban ketika seoarang anak bertanya terkait aksi teror tersebut. Seperti dikutip di bawah ini.

 “Berita ini sangat menyedihkan, sesuatu yang menyedihkan terjadi di Manchester. Tampaknya yang terjadi seseorang menyerang konser. Peristiwa seperti ini tidak biasa, karena itulah banyak beritanya dan orang pun membicarakannya. Semua yang mendengar berita ini sedih dan khawatir.”

Mendengar jawaban demikian, respon tiap anak akan berbeda. Rasa ingin tahu untuk mendaparkan informasi lebih barangkali akan muncul seiring dengan nalar piker mereka. Disisi lain, orang tua akan kelabakan memberikan kembali penjelasan kepada anak. Winston kembali menyarankan jawaban yang mendekati benar dan diyakini akan menumbuhkan jiwa kemanusiaan pada anak.

“Tak ada yang benar-benar mengerti alasannya. Kita tahu peristiwa ini bukan kebetulan. Sungguh sulit dimengerti kenapa ada orang yang begitu tega membunuh orang lain.” 

Baca juga:
Asap Rokok Ancam Pendengaran Balita, Masih Tega?
Hari Laut Sedunia, Refleksi Sederet Masalah Kelautan Indonesia

Aksi teror semacam itu memang membawa dampak psikis bagi anak, seperti trauma, kekhawatiran berlebih dan sebagainya. Terutama pada anak yang berada di lokasi rawan terjadi aksi sedemikian rupa. Untuk memberikan ketenangan dan meredam kekhawatiran berlebih pada anak, ketakutan jika hal tersebut akan terjadi lagi, orang tua dapat mencari alternatif jawaban yang dapat meredakan ketakutan anak tersebut. Misalnya dengan pernyataan berikut.

“Polisi akan berusaha semampunya agar serangan seperti itu tak terjadi lagi di sini dan sepertinya tak akan menimpa orang-orang yang kita kenal. Kami akan menjagamu tetap aman.”

Reaksi anak-anak setelah mendengar penjelasan orang tua juga berbeda-beda. Ada yang ketakutan dan ingin selalu dekat dengan orang tua, ada juga yang beraksi seperti polisi yang melawan teroris. Sikap seperti itu wajar saja dan harus dipahami orang tua. (NA)