KPI: Tayangan Ramadan (Seharusnya) Bangkitkan Semangat Religi

Tayangan ramadhan kurang religius, ini tanggapan KPI

KPI: Tayangan Ramadan (Seharusnya) Bangkitkan Semangat Religi
KPI (Foto : kpi.go.id)

inibaru.id - Saat bulan suci tiba, berbagai stasiun televisi berlomba-lomba untuk mendesain dan menyajikan program tayangan baru yang ditaksir bakal laris manis di bulan Ramadan. Namun kendati demikian tak sedikit program-program yang ada mendapat teguran KPI lantaran kontennya dianggap tak sesuai.

Di tahun-tahun sebelumnya, tak dimungkiri memang ada banyak guyonan slapstick bahkan hujatan muncul dalam berbagai acara menjelang buka puasa dan sahur. Tak tinggal diam, KPI telah menindak tegas dengan memberikan sanksi dan batasan agar kejadian itu tak kembali terjadi pada Ramadan tahun ini.

Dewi Setyarini, Komisoner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengatakan bahwa tayangan televisi selama ramadan seharusnya berdaya membangkitkan semangat religi pada masyarakat. Hal itu pulalah yang menjadi harapan besar masyarakat.

"Publik menilai semua program siaran ramadan benar-benar harus relevan dengan spirit ramadan," ujar Dewi dalam diskusi tayangan bulan puasa di kantor KPI Jakarta, Jumat (21/5).

Dewi menambahkan bahwa pihaknya mengharapkan akan makin banyak muncul kreativitas baru program ramadan yang berkualitas. Televisi diminta membangun budaya Islami saat bulan suci 2017 ini. Dari situ harapannya akan muncul tren positif berlomba memunculkan kreativitas sehat menarik audiensi pemirsa.

KPI akan tetap sebagai pemegang kendali yang akan mengontrol kualitas tayangan. KPI sendiri yang akan langsung menilai tayangan melalui beberapa unsur, seperti substansi acara dan kemasannya.

"Kualitas dinilai dari materi substansi yang relevan dan kontekstual dari acara. Misalnya syiar mengajak masyarakat, ya harus sesuai konteks," ujar Dewi.

Selain itu, ia juga mengingatkan tayangan yang diisi dai atau uztadz dan uztadzah sebaiknya secara konten acara tak boleh menayangkan konten yang mengarah ke diskriminasi dan mendiskreditkan golongan tertentu.

“Kemasan acara harus diperhatikan agar tak melenceng,” tandasnya. (IP)