Komnas Perempuan: Tak Semua Calon Tawarkan Solusi dan Penanganan

Wakil Ketua Komnas Perempuan Yuniyanti Chuzaifah memiliki beberapa catatan terkait debat pamungkas Pilgub DKI 2017. Menurutnya, tidak semua pasangan calon mengeluarkan solusi terkait penanganan masalah perlindungan perempuan.

Komnas Perempuan: Tak Semua Calon Tawarkan Solusi dan Penanganan
941
View
Komentar
Jakarta - Wakil Ketua Komnas Perempuan Yuniyanti Chuzaifah memiliki beberapa catatan terkait debat pamungkas Pilgub DKI 2017. Menurutnya, tidak semua pasangan calon mengeluarkan solusi terkait penanganan masalah perlindungan perempuan.

"Isu kekerasan terhadap perempuan muncul, namun tidak semua paslon tawarkan dengan solusi dan terobosan penangannya," kata Yuniyanti kepada detikcom, Jumat (10/2/2017).

Selain itu, ada beberapa kritik yang dilontarkannya terkait debat kali ini. Kritik tersebut antara lain isu yang dimunculkan cenderung meletakan pWakil Ketua Komnas Perempuan Yuniyanti Chuzaifah memiliki beberapa catatan terkait debat pamungkas Pilgub DKI 2017erempuan sebagai makhluk ekonomi yang dibebani tanggung jawab atau masih ada calon yang mengukuhkan peran tradisional keluarga.

"Tidak clear (jelas-red) melihat kebutuhan gerakan strategis seperti apa yang perlu didukung untuk perempuan. Bahkan atas nama partisipatif, ada paslon yang tidak memunculkan ide langkah-langkah strategis atau ide cemerlang, tapi memindahkan tanggung jawab pada gerakan perempuan," ujarnya.

Hal lain yang disinggung oleh Yuniyanti adalah soal PRT yang sama sekali tidak disinggung oleh para calon. "Isu PRT tidak satupun disinggung oleh paslon, padahal sangat kunci menopang kehidupan Jakarta," lanjutnya.

Saat dimintai pendapatnya tentang program para paslon dalam perlindungan perempuan, Yuniyanti tidak mau menjawab dengan terperinci. Menurutnya, hanya satu paslon yang memiliki program lebih konkret dibandingkan dengan dua calon yang lain. Namun, dia tidak mau menyebut pasangan mana yang dia maksud.

"Dua paslon cenderung idealis dan retorik," sebutnya.

"Satu lagi lebih konkret, tapi sedikit masih bias gender. Sama seperti yang lain, perlu mendalami serius isu HAM perempuan," tutupnya.

Debat pamungkas Pilgub DKI 2017 mengusung tema 'Kependudukan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Perempuan, Antinarkoba, dan Kebijakan terhadap Penyandang Disabilitas'. Debat yang dipandu oleh Alfito Deannova berjalan seru dengan adu gagasan hingga saling 'serang' kepribadian antarcalon.

Usai debat, tahapan Pilgub DKI akan memasuki masa tenang kampanye pada 12 hingga 14 Februari 2017 mendatang.
(bis/erd)