Jangan Bangga Dulu, Punya IQ Tinggi Justru Rentan Terkena Gangguan Mental

10 persen populasi total Amerika Serikat terkena gangguan jiwa. Sementara itu, 20 persen dari kelompok orang dengan IQ tinggi terkena gangguan mental.

Jangan Bangga Dulu, Punya IQ Tinggi Justru Rentan Terkena Gangguan Mental
Kaitan otak cerdas dengan Gangguan Mental (Konsultan Kolesterol)

Inibaru.id - Banyak orang yang bangga dengan IQ yang tinggi karena menandakan dirinya sebagai orang yang cerdas. Sayangnya, mereka yang memiliki IQ tinggi justru harus waspada karena mereka ternyata lebih rentan terkena gangguan mental.

Terdapat beberapa mitos tentang gangguan mental yang tidak benar. Sebagai contoh, mereka yang menderita hal ini dianggap sebagai orang-orang bodoh dan tidak cerdas karena tidak bisa menggunakan logikanya untuk mengatasi rasa sedih tersebut. Padahal, dalam realitasnya, mereka yang cerdas juga memiliki risiko yang sama besar untuk mengalami gangguan jiwa.

Baca juga:
Dua Siswa Ini Mampu Gerakkan Lengan Robot dengan Pikiran
Proyek-proyek IFIT dan Komitmen Indonesia untuk UNESCO

Fakta ini terungkap dalam studi terbaru yang berjudul “High Intelligence: A Risk Factor for Psychological and Physiological Over-Excitabilities.” Dalam penelitian yang kemudian dipublikasikan hasilnya dalam jurnal berjudul Science Direct  ini, disebutkan bahwa individu yang sangat cerdas justru memiliki risiko lebih besar untuk terkena gangguan psikologis dan fisiologis.

Para peneliti menyebutkan bahwa mereka dengan kemampuan kognitif yang tinggi akan memberikan reaksi respons emosional dan perilaku yang lebih besar terhadap lingkungannya. Karena memiliki tingat kesadaran yang tinggi, sistem saraf pusat pun akan bereaksi dengan berlebihan dan memicu respons stres kronis tingkat rendah.

Terdapat 3.715 anggota American Mensa, Ltd yang dilibatkan dalam survei ini. Sebagai informasi, organisasi ini adalah sekelompok orang dengan IQ lebih dari 130 sehingga bisa disebut sebagai jenius, jauh dari IQ rata-rata manusia yang ada di angka 85 hingga 114. Mereka yang berasal dari kelompok IQ tinggi ini ternyata didiagnosis terkena gangguan kecemasan dan suasana hati, attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), atau gangguan spektrum autisme (ASD) seperti alergi makanan dan asma.

Baca juga:
Ribuan Pelajar Kunjungi Situs Patiayam di Kudus
Tiga Senyawa Ini yang Bereaksi saat Anda Jatuh Cinta

Dibandingkan dengan statistik penderita gangguan jiwa di Amerika Serikat yang mencapai 10 persen dari populasi total, angka statistik penderita gangguan jiwa pada organisasi American Mensa yang mencapai 20 persen menunjukkan bahwa mereka yang memiliki IQ tinggi justru lebih rentan terkena gangguan jiwa.

Ruth Karpinski, penulis utama penelitian ini, menyebutkan bahwa individu dengan IQ tinggi cenderung memiliki intensitas dan perangsangan berlebih. Meskipun terlihat sebagai hal yang luar biasa, hal ini ternyata bisa menjadi kelemahannya dan melumpuhkan kesehatan mentalnya dengan signifikan. (AW/SA)