Ingat, Negara Kita Masih Harus Mengembangkan Potensi SDM

Kebanyakan negara baru memanfaatkan potensi SDM sebesar 62% saja. Ke mana yang 38%? Indonesia bagaimana?

Ingat, Negara Kita Masih Harus Mengembangkan Potensi SDM
Foto: Ilustrasi-SDM Indonesia banyak diserap di sektor industri seperti perusahaan garmen sebagai buruh. (JIBI/Bisnis/Dok)

Inibaru.id – Sumber daya manusia (SDM) merupakan aspek penting untuk keberlangsungan sebuah negara. Tidak sekadar untuk kebutuhan industri, dunia pendidikan, budaya, kreativitas dan lainnya juga mengharapkan SDM yang berkualitas.

World Economic Forum (WEF) pada 13 September 2017 melansir laporan Global Human Capital Report 2017 yang mengkaji kualitas SDM di 130 negara. Dituliskan di laman GNFI, laporan tersebut mencantumkan seberapa berkualitas tiap-tiap golongan umur berdasarkan empat elemen indikator SDM, yaitu capacity (kapasitas kemampuan kemampuan pekerja berdasarkan melek huruf dan edukasi), deployment (tingkat partisipasi pekerja dan tingkat pengangguran), development (tingkat pendidikan dan partisipasi pendidikan) dan know-how (tingkat pengetahuan dan kemampuan pekerja serta ketersediaan sumber daya).

Baca juga: Kurang Tenaga Geospasial, Pemerintah Gandeng PTN-PTN Ini

Berdasarkan empat hal tersebut, Indonesia menempati peringkat 65 dari 130 negara. Artinya, Indonesia berada di tengah-tengah peringkat dunia. Dalam kajiannya itu, WEF menemukan bahwa dalam indeks ini rata-rata negara di dunia ternyata hanya menggunakan 62% potensi dari SDM-nya atau ada 38% potensi terabaikan.

Lalu, negara manakah yang menurut WEF mempunyai catatan terbaik? Adalah Norwegia, Finlandia dan Swiss yang memaksimalkan SDM-nya dengan baik. Kita semua tahu negara tersebut merupakan negara yang yang memiliki komitmen besar terhadap pendidikan dan intensif mengembangkan kemampuan SDM di berbagai sektor. Jadi, tidak heran jika hal tersebut berbanding lurus dengan kekuatan ekonomi yang tinggi.

Baca juga: Jateng Segera Menuju Provinsi Layak Anak

Untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik ada Singapura, Jepang dan Korea Selatan yang memperoleh peringkat 11, 17, dan 27. Ketiganya merupakan negara di Asia Timur yang memiliki komitmen terhadap peningkatan SDM melalui pendidikan.

Pendiri dan pemimpin WEF, Klaus Schwab menjelaskan, laporan ini merupakan upaya untuk menyediakan suatu alat ukur bagi para pemimpin negara agar bisa memberikan kebijakan yang baik. WEF menekankan, SDM tidak hanya penting bagi produktivitas masyarakat, tetapi juga memiliki fungsi dalam institusi politik, sosial, dan sipil. (OS/SA)