Cetak Technopreneur via The Hub

Banyak yang menguasai teknologi android tapi tak paham dunia bisnis, juga sebaliknya. Nah, The Hub mencoba menyatukan keduanya.

Cetak Technopreneur via The Hub
Adi Surya dan Agustinus Nugroho, dua sosok di balik terbentuknya The Hub di Surabaya. (Beritasurabaya.net)

Inibaru.idTechnopreneur atau wirausahawan (enterpreneur) berbasis teknologi menjelma menjadi profesi menjanjikan belakangan ini. Banyak orang beralih profesi atau sengaja mempelajarinya. Sekolah IT juga tak pernah sepi peminat.

Menyikapi fenomena ini, Adi Surya dan Agustinus Nugroho berusaha menangkap peluang dengan mendirikan android learning center, semacam sekolah yang mengkhususkan pelatihan wirausaha berbasis teknologi.

Dilansir dari JPNN, Senin (23/10/2017), sekolah itu diberi nama The Hub dan akan memfokuskan diri mempelajari pengembangan aplikasi ponsel pintar berbasis komunitas (crowd). Mereka mengklaim inovasi ini sebagai yang pertama di Indonesia.

Program pembelajaran The Hub diawali dengan pengenalan pemrograman dasar hingga pembuatan aplikasi siap jual. Hingga Desember nanti, sekolah yang berlokasi di Surabaya ini masih berada dalam fase soft launching.

Baca juga:
Hibah 1 Juta Dolar AS untuk 4 Penelitian
Para Pendidik Kita di Negeri Orang

Ambisius

Adi tak menampik anggapan bahwa proyek yang mereka lakukan adalah sebuah cita-cita ambisius keduanya. Sebagai seorang technopreneur, ia ingin kota yang telah lama diami, yakni Surabaya, bisa menjadi pusat pembelajaran pembuatan aplikasi smartphone.

“Ya, pusat pembuatan aplikasi, dari yang standar hingga yang lebih modern seperti virtual reality atau implementasi internet of things,” ungkap Adi.

Di Surabaya, orang mengenal Adi Surya sebagai technopreneur sekaligus pemilik perusahaan CrossTechno. Ia telah banyak melatih para coders yang bekerja untuknya untuk mengenal dan menguasai programming Android.

Sementara, Agustinus Nugroho dikenal sebagai pendidik. Ia memilih pulang kampung daripada terus berkarier di Australia. Ia juga merupakan konsultan bisnis yang tergabung dalam Magna Consulting Group.

Berbeda dengan android training center yang hanya mencetak para coders, keduanya ingin para coder itu tidak hanya menguasai teknologi android, tapi juga dibekali ilmu bisnis dan manajemen agar mampu menjalankan aplikasi yang diciptakannya sebagai sebuah bisnis yang nyata.

Baca juga:
Dua Siswa Ini Mampu Gerakkan Lengan Robot dengan Pikiran
Ruangbelajar, Platform Terbaru dari Bimbel Online Ruangguru

The Hub pun membatasi peserta pelatihan hanya empat orang per kelas agar lebih efektif. Pembelajaran dilakukan dua kali dalam seminggu.

”Satu hari akan difokuskan untuk pemberian materi, sedangkan hari lainnya digunakan untuk konsultasi tugas, business plan, maupun sekadar berkumpul untuk melakukan coding (pembuatan aplikasi) bersama-sama dengan para founders The Hub,” jelasnya.

The Hub berencana untuk melakukan grand launching pada minggu pertama bulan Desember 2017. Center pertama yang didirikan di Dharmahusada Indah Barat II-A47/75 ini akan beroperasi sebagai pusat pembelajaran dan co-working space yang dikhususkan untuk para coders baik yang merupakan binaan The Hub maupun umum. (GIL/SA)