Ayah ASI Sepenting Ibu Menyusui

Menyusui adalah kodrat perempuan. Itu benar. Namun, mengusahakan Air Susu Ibu (ASI) bagi buah hati adalah kewajiban kedua orang tuanya, termasuk sang ayah.

Ayah ASI Sepenting Ibu Menyusui
Inisiatif ayah Indonesia (Foto: http://www.alurkria.com)

Inibaru.id - Ya, seorang ayah memiliki peran penting dalam memberikan ASI bagi anaknya. Maka, ayah pun diharapkan berperan aktif dalam mengusahakan ASI bagi sang buah hati. Inilah yang tengah dikampanyekan berbagai unsur masyarakat, termasuk pemerintah, terutama di Pekan ASI yang jatuh pada awal Agustus ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, muncul istilah “Ayah ASI”. Istilah ini merujuk pada sosok ayah yang turut berjuang berjibaku mengusahakan ASI bagi anaknya. Usaha yang dilakukan pun macam-macam, mulai dari men-support ibu menyusui (busui) untuk bersedia memberikan ASI-nya untuk buah hati, menyediakan segala kebutuhan dan kepentingan dalam menyusui, hingga hal-hal non-teknis seperti menangkal stigma negatif tentang ASI yang kerap beredar.

Tak ada rumus baku untuk sukses menjadi Ayah ASI. Setiap ayah punya gaya masing-masing dan setiap pasangan memiliki budaya sendiri. Namun, hal-hal umum ini mungkin bisa menjadi pedoman bagi Anda untuk menjadi Ayah ASI, sebagaimana dilansir dari Ayahbunda.co.id.

Penyemangat. Busui tenang, ASI pun lancar. Saat ibu senang, hormon prolaktin dan oksitosin yang penting untuk produksi ASI akan bekerja lebih baik. Apapun bisa dilakukan untuk memberikan kebahagiaan bagi busui. Juga, jadilah penyemangat saat istri Anda terlihat lelah dan ingin menyerah dari menyusui.

Juru bicara dan pelindung. Ayah adalah benteng pertahanan busui dari serangan mitos-mitos. Carilah informasi sebanyak-banyaknya kepada ahlinya. Bergabunglah dengan kelompok pendukung ASI. Jika istri bekerja, jangan sungkan bicara dengan atasannya agar istri diberikan waktu, kalau perlu tempat khusus, untuk memompa ASI. Biarkan semua orang tahu istri kita sedang menyusui.

Manajer. Terkadang dalam ng-ASI juga dibutuhkan stok persediaan ASI perahan (ASIP). Nah, fungsi Anda adalah membuat daftar apa saja yang diperlukan untuk menyimpan ASI, diantaranya mencari stok botol dan memberikan label tanggal ASI masuk freezer. Temani istri saat sedang memompa di malam hari dan selalu ingatkan istri untuk memompa ASI. Ayah adalah manajer logistik ASIP.

Menjadi orang tua. Tugas ayah bukan semata mencari nafkah, tapi juga terlibat total dalam urusan rumah tangga. Anda harus turut mengintervensi rumah tangga, termasuk mengurusi anak dan belanja keperluan keluarga. Memasak, mencuci, dan membersihkan rumah juga termasuk tugas orang tua. Orang tua itu termasuk Anda, para ayah.

Tidak egois. Prioritas Anda adalah keluarga, bukan pekerjaan, terlebih hobi. Maka, jadilah bagian dari keluarga, bukan sekadar ATM berjalan.

Tahan emosi. Tak semua orang paham tentang ASI eksklusif atau semacamnya, maka jangan paksakan pemahaman Anda kepada semua orang, terutama orang tua atau mertua. Beri pemahaman dengan cara yang tepat, santai, dan bijaksana. Tempelkan informasi tentang ASI di kulkas atau di beberapa tempat yang memungkinkan untuk dibaca. Ini akan memudahkan Anda.

Berbagi. Jangan menutup diri dan buka jaringan pergaulan serta informasi seluas-luasnya. Berbagi membuat  Anda semakin memahami persoalan, dan belajar lebih banyak tentang suatu hal dengan dimensi dan perspektif beragam. Semakin banyak informasi, semakin memudahkan Anda mengambil langkah yang tepat. (GIL/IB)