Samakan Harga, BI Tetapkan Biaya Maksimal Isi Ulang E-money

Isi ulang e-money pada satu kanal dengan transaksi maksimal Rp 200 ribu tidak dikenai biaya, sedangkan nilai transaksi lebih dari itu bisa dikenai maksimal Rp 750 per transaksi.

Samakan Harga, BI Tetapkan Biaya Maksimal Isi Ulang E-money
Kebijakan baru Bank Indonesia terkait isi ulang e-money (Sindonews)

Inibaru.id – Struktur harga yang bervariasi memaksa Bank Indonesia (BI) menetapkan tarif maksimum pengisian (top-up) saldo uang elektronik atau e-money. Berdasarkan aturan ini, pengisian saldo lintas kanal (off us) dikenakan biaya Rp 1.500.

Sementara, pengisian saldo satu kanal (on us) diatur dalam dua ketentuan, yakni tak berbayar alias gratis dan bertarif dengan biaya tertinggi Rp 750 per transaksi.

Top-up lintas kanal adalah pengisian ulang yang dilakukan melalui kanal pembayaran milik penerbit kartu berbeda melalui mitra usaha seperti di minimarket, swalayan, atau outlet lainnya. Sedangkan top-up satu kanal berarti pembayaran dilakukan melalui kanal resmi kepunyaan penerbit kartu.

Sebagaimana diberitakan Antaranews, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman menegaskan, penerbit kartu yang sebelumnya telah menetapkan tarif di atas angka tersebut harus mengikuti aturan ini.

Baca juga: Biaya Isi Ulang E-money Tak Sesuai dengan Gerakan Nontunai

“Batas maksimum lintas kanal Rp 1.500. Yang lebih tinggi dari itu tentu wajib melakukan penyesuaian,” ungkapnya di Jakarta, Kamis (21/9/2017).

Ketentuan biaya isi saldo uang elektronik itu tercantum dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur No.19/10/PADG/2017 tanggal 20 September 2017 tentang Gerbang Pembayaran Nasional/National Payment Gateway (PADG GPN).

Sebagai gambaran, transaksi off us merupakan jenis transaksi yang melibatkan sarana dan prasarana pihak ketiga. Misalnya, pengguna uang elektronik keluaran Bank Mandiri yang mengisi saldo di mesin milik bank lain atau mesin peritel lain seperti pasar swalayan, toko pakaian, dan lainnya, masuk kategori off us.

Tak Lagi Gratis

Sebelum diatur BI, biaya isi ulang e-money satu kanal atau on us adalah nol rupiah alias gratis. Namun, dalam PADG GPN, top-up diatur dalam dua skema, yakni gratis dan berbayar.

Transaksi top-up maksimal Rp 200 ribu tidak dikenai biaya, sedangkan untuk nilai nominal lebih dari itu, BI mengizinkan pihak penerbit mengenakan biaya hingga maksimal Rp 750.

Baca juga: Begini Cara Jokowi Bikin Rakyat Sekitar Perbatasan Merasakan Kehadiran Negara

Baca juga: Indonesia Masih “Merajai” Timor Leste

Adapun yang termasuk dalam transaksi satu kanal adalah ketika pengisian dilakukan melalui sarana sarana dan prasarana kepunyaan penerbit uang elektronik. Sebagai contoh, pemilik kartu e-money Bank Mandiri yang mengisi saldo di mesin ATM atau melalui kantor cabang Bank Mandiri, masuk kategori on us.

Agusman menjelaskan, skema harga yang ditetapkan BI tersebut mengacu pada mekanisme batas atas, guna memastikan perlindungan konsumen dan pemenuhan prinsip-prinsip kompetisi yang sehat.

Pertimbangan lainnya adalah data rata-rata nilai pengisian ulang uang elektronik dari 96 persen pengguna uang elektronik di Indonesia yang tidak lebih dari Rp 200 ribu.

Kebijakan skema harga ini mulai berlaku efektif satu bulan setelah PADG GPN terbit, kecuali untuk biaya isi saldo on us, yang baru akan diberlakukan setelah penyempurnaan Peraturan BI tentang Uang Elektronik. (GIL/SA)