Perbaiki Performa, Daya Saing Indonesia Naik Lima Peringkat

Berhasil memperbaiki performa dalam semua pilar penilaian, WEF menjadikan Indonesia sebagai negara dengan perbaikan terbaik, sekaligus menaikkan posisi daya saing Indonesia ke posisi ke-36.

Perbaiki Performa, Daya Saing Indonesia Naik Lima Peringkat
Geliat industri logistik di Indonesia (Foto: supplychainindonesia)

Inibaru.id – World Economic Forum (WEF) telah mengeluarkan laporan terbaru mengenai Daftar Daya Saing Global 2017 pada Kamis (28/9/2017). Dalam laporan yang dirilis melalui weforum.org tersebut, daya saing Indonesia naik peringkat dari posisi ke-41 ke posisi ke-36 dunia.

Dilansir dari Liputan6, negeri ini dinilai mampu memperbaiki performanya dalam semua pilar penilaian. WEF bahkan memberi penghargaan pada Indonesia sebagai negara Asia Pasifik dengan perbaikan terbaik selama satu tahun terakhir.

"Dari 17 negara Asia Timur dan Pasifik, 13 di antaranya bisa meningkatkan penilaian mereka secara keseluruhan. Indonesia dan Brunei Darussalam mencatatkan langkah terbesar selama satu tahun terakhir," tulis WEF dalam laporannya.

Baca juga: Energi Panas Bumi Dasar Laut Indonesia Jadi yang Terbesar di Dunia

Laporan bergengsi bertajuk Global Competitiveness Report ini sekaligus melengkapi pencapaian positif Indonesia di mata internasional belakangan ini. Sebelumnya, Ease Of Doing Business Indonesia juga naik dari posisi 106 menjadi 91.

Sementara, menurut laporan WEF, kondisi makro ekonomi Indonesia juga dinilai kuat dengan berada di peringkat 26 secara global. Sedangkan dalam hal inovasi dan kecanggihan bisnis, Tanah Air juga didapuk sebagai inovator teratas di antara negara berkembang lain di dunia.

"Indonesia berada di peringkat 31 dan 32 dalam inovasi dan kecanggihan bisnis," tulis WEF.

Kendati begitu, bukan berarti pekerjaan rumah Indonesia juga telah berakhir. Masih ada beberapa hal yang yang menjadi pekerjaan rumah dan harus segera diperbaiki, yakni masalah teknologi. Dalam hal kesiapan teknologi, kita masih dinilai cukup jauh tertinggal dari negara lain.

Kemudian, poin yang juga harus diperbaiki Indonesia adalah masalah tenaga kerja. Kemajuan yang signifikan sangat dibutuhkan dalam sektor efisiensi pasar tenaga kerja. Indonesia dianggap masih terbebani dengan biaya redundansi yang berlebihan.

Baca juga: Sektor Ini Jadi Sumber Devisa Terbesar Kedua Indonesia

Fleksibilitas penguasaan upah yang terbatas serta kurangnya keterlibatan perempuan sebagai tenaga kerja juga menjadi masalah “ketenagakerjaan” yang masih perlu untuk diselesaikan Indonesia.

Global Competitiveness Report atau Daftar Daya Saing Global merupakan program bergengsi yang diterbitkan WEF secara berkala setiap tahun. Pengambilan keputusan diputuskan melalui survei yang dilakukan selama satu tahun. Laporan survei tersebut kemudian dirilis pertahun.

Hasil laporan WEF biasanya menjadi acuan dunia untuk melihat sebuah negara, baik untuk investasi atau kepentingan berbasis ekonomi lainnya. Laporan tersebut memperlihatkan kompetensi suatu negara dalam bidang perekonomian.

WEF mengukur tingkat kompetensi perekonomian negara berdasarkan sejumlah poin penilaian. Poin-poin yang dinilai antara lain, kondisi makro ekonomi, infrastruktur, kesehatan, pendidikan hingga kondisi tenaga kerja. (GIL/SA)