Para Penunggak Pajak, Waspadalah!

Pajak merupakan sumber pendapatan negara untuk menghidupi, menyejahterakan, serta memfasilitasi penduduknya. Namun, tak jarang para wajib pajak enggan membayarkan kewajibannya oleh sebab berbagai faktor. Mereka berusaha menghindari pajak dengan berbagai cara, termasuk di antaranya dengan menyuap petugas wajib pajak.

Para Penunggak Pajak, Waspadalah!
Ilustrasi para penunjang pajak (Foto: doc. Istimewa)

Inibaru.id - Pajak merupakan sumber pendapatan negara untuk menghidupi, menyejahterakan, serta memfasilitasi penduduknya. Namun, tak jarang para wajib pajak enggan membayarkan kewajibannya oleh sebab berbagai faktor. Mereka berusaha menghindari pajak dengan berbagai cara, termasuk di antaranya dengan menyuap petugas wajib pajak.

Banyak yang bilang kalau Indonesia merupakan surga bagi para penyiasat pajak. Meski menunggak, mereka tak harus merasa khawatir akan ada petugas yang tiba-tiba meggedor rumahnya untuk menagih lantaran mereka sudah “membayar di muka” kepada oknum petugas pajak.

Namun, tidak demikian sekarang. Setelah proses penyidikan dan penagihan sebesar Rp 59 ribu pada 2017, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Ken Dwijugiaseteadi, mengaku akan sangat serius mengejar target penerimaan pajak para penunggak itu.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (14/7/2017), dilansir dari Kompas.com, Ditjen Pajak mengimbau kepada para penunggak pajak untuk segara melunasi utang pajaknya. Bila himbauan itu diabaikan, maka langkah gizjeling atau penyanderaan akan diakukan oleh petugas pajak.

Namun tutur Ken, penyanderaan akan dilakukan kepada penunggak pajak yang kasusnya sudah berkekuatan hukum tetap atau sudah ada keputusan dari pengadilan pajak.

Pasca-program tax amnesty berakhir, Ditjen Pajak sudah mulai melakukan penegakkan hukum terutama kepada wajib pajak yang tidak ikut program pengampunan pajak tersebut.

Hingga saat ini, dari target Rp 59 triliun penerimaan negara dari proses penagihan, realisasi yang tercatat di Ditjen Pajak sudah mencapai Rp 28 triliun.

"Kami cari data akurat yang valid dan kami sangat serius 6 bulan ke depan kerena ada target," kata Ken. Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak, Angin Prayitno Aji mengatakan, untuk mengejar target itu, Ditjen Pajak akan menambah tenaga pemeriksa pajak.

Tambahan itu berasal dari account representative (AR). Selama ini, tugas AR hanya sebatas menyampaikan imbauan kepada wajib pajak. Namun AR tidak lagi hanya membuat himbauan namun bisa lansung terlibat di dalam pemeriksaan pajak layaknya pemeriksa pajak.

Saat ini, jumlah AR di Direktorat Jenderal Pajak tak jauh dari jumlah pemeriksa pajak, yakni 4.866 orang. Diharapkan, AR bisa menjadi amunisi tambahan bagi pemeriksa pajak menegakkan hukum pajak.

Jika Anda merasa menunggak pajak, waspadalah mulai sekarang, atau bayarlah pajak Anda saat ini juga! Bukankah hidup lebih menyenangkan tanpa dikejar-kejar kewajiban yang belum terbayarkan? (GIL/IB)