Optimisme Lippo Group terhadap Meikarta

Begitu kuatnya promosi menjadikan langkah Meikarta untuk menjadi kota mandiri kian ringan

Optimisme Lippo Group terhadap Meikarta
Suasana di Kantor Marketing Meikarta, Bekasi, Senin (4/09/2017). (Kompas /Andreas Lukas Altobeli)

Inibaru.id – Pengembang kota mandiri di Cikarang, Meikarta, begitu gencar memasarkan produknya dalam beberapa bulan terakhir. Beragam promosi dilakukan, mulai dari yang normatif hingga kreatif.

Dilansir dari Kompas, Minggu (29/10/2017), Lippo Group sebagai pengembang Meikarta menyiapkan berbagai hadiah menarik untuk mendorong percepatan penjualan unit-unit apartemen di “kota baru” ini.

Sejak diluncurkan Mei 2017, ratusan ribu unit Meikarta telah terpesan melalui skema Nomor Urut Pemesanan (NUP). Pekan ini, Lippo berencana menutup atap dua apartemen, yaitu Irvine Suites dan Westwood Suites yang berada di kawasan segitiga emas atau central business district (CBD) Meikarta, yakni Orange County.

Baca juga:
OJK Tepis Sektor Ritel Terganggu
Penyerap Tenaga Kerja Terbanyak Itu Industri Makanan dan Minuman

"Harapannya, kurang lebih di antaranya 50 tower yang kami launching pertama bisa hand over by the end of 2018," ujar Presiden Meikarta Ketut Budi Wijaya pada jumpa pers di Lippo Mall Kemang, Kamis (26/10).

Salah satu faktor utama besarnya antusiasme pasar adalah harga apartemen Meikarta yang tergolong murah. Apartemen Meikarta ditawarkan mulai dari Rp 127 juta per unit.

Meski demikian, imbuh Ketut, Lippo Group masih meraup keuntungan dari harga jual yang murah tersebut lantaran jumlah menara yang dipasarkan ke publik lebih dari 100 menara. Pembangunannya juga akan dilakukan secara serentak di bawah PT Lippo Cikarang Tbk.

"Kami harapkan dari efisiensi. Biasanya kan launching dua tower, kemudian tower berikutnya beberapa tahun lagi," kata dia.

Dia menambahkan, pengembangan apartemen yang dilakukan serentak ini juga didasari rencana Lippo untuk membangun infrastruktur berupa jalan secara sekaligus.

Baca juga:
Pusat Keuangan Syariah Global Bakal Ada di Sini
Penjualan Online Melambung, Bisnis Ritel Tenggelam

Dengan pembangunan yang masif, Ketut berharap tidak ada penundaan antara pengeluaran untuk membangun infrastruktur dengan penjualan seluruh unit apartemen.

“Ini efisiensi yang kami harapkan, makanya kami bisa tawarkan harga yang relatif murah,” ungkapnya.

Tercatat sejak Meikarta diluncurkan pada Mei lalu, LPKR telah menghasilkan prapenjualan sebesar Rp 4,9 triliun sehingga total prapenjualan selama sembilan bulan pada 2017 menjadi Rp 5,4 triliun.

“Di tengah pelemahan pasar kami telah memutar balik tren dengan meluncurkan Meikarta di Cikarang sebagai jantung industri kita,” ujarnya. (GIL/SA)