Langkah Taktis Picu Pertumbuhan Ekonomi

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengungkapkan bahwa perekonomian Indonesia terus mengalami peningkatan.

Langkah Taktis Picu Pertumbuhan Ekonomi
pertumbuhan ekonomi indonesia(Foto:http://www.hbets.cn)

inibaru.id-Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengungkapkan bahwa perekonomian Indonesia terus mengalami peningkatan.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2013 tercatat 5,56%, pada 2014 turun menjadi 5,01% dan pada 2015 lebih rendah lagi, yakni 4,88%. Namun memasuki 2016, pertumbuhan ekonomi sudah mulai membaik tercatat total 5,02%. Kuartal I 2016 tercatat 4,92% kemudian kuartal II 5,18%, kuartal III 5,01% dan kuartal IV tercatat 4,94%.

Dalam Laporan Perekonomian Indonesia 2016 yang digelar hari ini Kami (27/4) di gedung Bank Indonesia disebutkan bahwa inflasi juga mengalami penurunan yakni 3,07%, lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yang mencapai angka 3,95%. Selain itu, kabar baik juga datang dari cacatan hutang luar negeri swasta. Pasalnya pasca pengendalian regulasi lindung nilai hutang luar negeri swasta mengalami penurunan yakni menjadi US$ 159 miliar dari sebelumnya US$ 168 miliar.

Langkah Taktis

Keadaan ekonomi yang makin membaik saat ini tak lepas dari langkah taktis yang ambil oleh Bank Sentral, Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal tersebut juga diungkapkan Agus Martowardojo Gubernur Bank Indonesia dalam pidatonya di Gedung BI Thamrin seperti yang dilansir oleh media metronews Kamis (27/4).

Ia menyebutkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia perlu diterapkan kebijakan makro-ekonomi secara disiplin, hati-hati, konsisten, dan tepat waktu, baik fiskal maupun moneter. Misalnya mengakhiri rezim suku bunga rendah, mencabut subsidi bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan yang dilakukan Bank Sentral beberapa waktu lalu. Hal itu menjadi kunci dalam menjaga stabilitas makro-ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Respons bauran kebijakan makro-ekonomi menjadi kunci dalam pendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Agus.

Selain itu, implementasi reformasi struktural dan diversifikasi sumber pertumbuhan ekonomi, temasuk hilirisasi juga dirasa penting untuk memperkuat fondasi perekonomian Indonesia.

"Dinamika ekonomi domestik menunjukkan pentingnya diversifilasi ekonomi," imbuhnya.(NA)