Jack Ma Resmi Jadi Penasihat E-commerce Indonesia

Jack Ma pendiri Alibaba Grup akhirnya menerima tawaran untuk menjadi penasihat steering committee roadmap e-commerce Indonesia.

Jack Ma Resmi Jadi Penasihat E-commerce Indonesia
Jack Ma dan Menko Perekonomian. (Foto: Redaksikota.com)

Inibaru.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Meknominfo) Rudiantara mengonfirmasi kepastian bahwa pendiri cum pemilik Alibaba Grup, Jack Ma telah menerima tawaran untuk menjadi penasihat steering committee roadmap e-commerce Indonesia.

Kabar menggembirakan ini disampaikan Rudiantara yang turut mendampingi Menteri Koordinator  (Menko) Perekonomian Darmin Nasution kala bertemu dengan Jack Ma di Beijing, Selasa (22/8).

“Kami sudah sampaikan undangan resmi (tertulis) dan dengan senang hati Jack Ma menyetujuinya,” ungkap Rudiantara yang dilansir dari Kompas, Rabu (23/8).

Baca juga: Wah, Indonesia Jawara Pengguna Instagram Terbanyak Se-Asia Pasifik

Dia menambahkan, selain soal tawaran untuk menjadi penasihat e-commerce Indonesia, pertemuan dengan Jack Ma juga membahas sejumlah masalah lain. Beberapa di antaranya adalah mengenai sumber daya manusia dan proses pembuatan kebijakan.

“Yang pertama kami bicarakan kemarin adalah tentang issue cara mengembangkan kemampuan dan kapasitas sumber daya manusia, baik talenta untuk pemain (AI Coders) maupun perubahan mindset bagi policy maker dan masyarakat sebagai konsumen,” imbuhnya.

Pertemuan terbatas itu adalah tindak lanjut dari pertemuan antara Presiden RI Joko Widodo dengan Jack Ma di Hangzhou, Tiongkok, pada September 2016 lalu.

Kala itu, Presiden bertemu dan bicara dengan Jack Ma soal ajakan untuk bergabung menjadi penasihat steering committee roadmap e-commerce Indonesia.

Dalam kunjungan tahun 2016 itu, Jack Ma sendiri sudah menyetujui tawaran dari Presiden. Namun saat itu semua masih disampaikan secara lisan.

Roadmap e-commerce Indonesia sendiri sudah diumumkan sejak awal 2016 lalu. Di dalamnya memuat tujuh poin mengenai upaya pengembangan ekonomi digital, yaitu persoalan logistik, pendanaan, perlindungan konsumen, infrastruktur komunikasi, pajak, pendidikan, dan keamanan cyber.

Selanjutnya, pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membentuk sebuah Steering Committee. Nantinya, Steering Committee inilah yang akan membangun roadmap tersebut.

Sebelumnya, Alibaba Group telah mengundang pemerintah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai pembangunan bisnis di e-commerce. Nantinya, transfer ilmu itu dapat dilakukan dengan pelatihan dan sejumlah kegiatan lainnya.

Baca juga: Machine Learning dari Google Bisa Membantu Jurnalis Melakukan Hal Ini

Salah satu poin penting yang menjadi perhatian Jack Ma adalah penduduk Indonesia tersebar di lebih dari 17.000 pulau.

Di Tiongkok, Jack Ma dikenal sebagai orang terkaya kedua di Negeri Adidaya tersebut. Kesuksesan Ma mulai terlihat saat ia berhasil menjadikan Alibaba Group yang dibangunnya dengan susah payah menjadi kian menggurita di Tiongkok, bahkan dunia.

Ma mendirikan Alibaba pada 1999 di Tiongkok. Sejak itu perusahaannya kian sukses hingga akhirnya menggelar Initial Public Offering (IPO) pada 2014 silam, yang memuat harga sahamnya terus melambung tinggi dari hari ke hari. (OS/IB)