Indonesia Barter 11 Pesawat Tempur Rusia Suhkoi-35 dengan Kopi dan Sawit, Wah!

Perkuat pertahanan Indonesia, Pemerintah tukar komoditas dengan 11 pesawat tempur Sukhoi-35 dari Rusia.

Indonesia Barter 11 Pesawat Tempur Rusia Suhkoi-35 dengan Kopi dan Sawit, Wah!
Pesawat sukhoi. (Foto: Harian Nasional)

Inibaru.id - Hubungan baik antara Indonesia dan Rusia berbuah manis dengan adanya kesepakatan pertukaran berbagai komoditas khas tanah air seperti kopi, karet, hingga kelapa sawit dengan pesawat tempur berjenis Sukhoi SU-35. Pesawat Sukhoi SU-35 merupakan salah satu pesawat tempur paling mentereng dan berteknologi paling maju di dunia yang diproduksi oleh Negeri Beruang Merah tersebut.

Pertukaran ini terjadi dalam penandatangan nota kesepahaman pada 10 Agustus 2017 lalu antara PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia dengan Rostec, salah satu BUMN terkemuka dari Rusia, pada awal bulan Agustus 2017 ini.

Menteri Perdagangan Enggaritiasto Lukita melalui keterangan resminya kepada Antara di Jakarta, Kamis (3/8) menyebutkan bahwa komoditas Indonesia seperti teh, kopi, dan minyak kelapa sawit memang akan ditukarkan dengan 11 pesawat Sukhoi SU-35 sebagai skema imbal dagang. Dengan mendapatkan salah satu pesawat tempur yang strategis ini, diharapkan Indonesia semakin meningkatkan daya gentar di kawasan sehingga semakin disegani dalam hal menjaga kedaulatan wilayah tanah air.

Baca juga: Pesawat N-219 Karya Anak Bangsa Diharapkan Bisa Mengudara Sebelum 17 Agustus

Panglima TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan kepada Antara bahwa kehadiran pesawat tempur Sukhoi SU-35 ini memang sangat diharapkan oleh pihak TNI. Menurutnya, pesawat tempur ini adalah yang terbaik bagi para prajurit untuk menjaga pertahanan perairan Indonesia.

Sebagai informasi, ekspor minyak kelapa sawit Indonesia ternyata kini menjadi peringkat kedua terbesar di Rusia. Menteri Enggar sendiri menyebutkan bahwa sejak zaman pemerintahan Presiden Soekarno, Indonesia memang selalu konsisten menjadi salah satu pengekspor minyak kelapa sawit terbesar di negeri dengan wilayah yang paling luas di seluruh dunia ini.

Tak hanya menjadi pengekspor minyak kelapa sawit dengan jumlah yang konsisten, kini Indonesia juga terus menjamin produk kelapa sawit yang diekspor ke Rusia dan negara-negara lainnya terjamin sustainability, kesehatan, serta kebersihan produknya.

Indonesia juga secara konsisten telah menerapkan standar kelestarian melalui Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).  Enggar juga menyebutkan bahwa dirinya sangat mernghargai inisiatif pendirian Aliansi Minyak Kelapa Sawit Indonesia dan Rusia yang dianggap mampu menjembatani berbagai jenis kepentingan bisnis dan mampu membentuk kesepahaman akan berbagai produk minyak kelapa sawit yang dijual-belikan oleh kedua belah negara.

Baca juga: Bandara Wamena, Dulu Dianggap Seperti Kandang Ayam. Kini Jangan Kaget Ya?

Adanya kesepakatan pertukaran antara hasil bumi Indonesia dengan pesawat tempur dari Rusia ini juga diharapkan mampu membuat kedua belah negara memperluas kerja sama perdagangan untuk berbagai sektor lainnya. Sebagai contoh, semakin banyak produk khas Indonesia yang nantinya akan diperkenalkan ke Rusia, begitu juga sebaliknya.

Sebagai informasi, saat ini Indonesia sedang menikmati surplus perdagangan dengan Rusia dengan angka yang mencapai US$ 411 Juta pada tahun 2016 lalu. Tingginya surplus perdagangan antara kedua belah negara ini diharapkan akan semakin luas untuk berbagai bidang kerjasama lainnya seperti di bidang pariwisata, energi, dunia pendidikan, teknologi, hingga kedirgantaraan. (GIL/IB)