Energi Panas Bumi Dasar Laut Indonesia Jadi yang Terbesar di Dunia

Indonesia menjadi negara dengan potensi panas bumi dasar laut (OTEC) terbesar di dunia. Energi ini menjadi sumber alternatif yang menjanjikan untuk dikembangkan pada masa mendatang.

Energi Panas Bumi Dasar Laut Indonesia Jadi yang Terbesar di Dunia
Uji coba (sea trial) Kapal Riset Geomarin III di Selat Sunda, belum lama ini. Kapal tersebut akan digunakan untuk melakukan survei potensi OTEC di Indonesia. (Kementerian ESDM)

Inibaru.id – Nusantara sungguh kaya. Potensi sumber daya alam negeri ini seakan-akan tak pernah habis. Tiada tara sumber yang bisa digali dari negara kepulauan terbesar dunia ini. Satu potensi di antaranya adalah cadangan panas bumi dasar laut (Ocean Thermal Energy Conversion/OTEC).

Sebagaimana dilansir dari Beritasatu, cadangan panas bumi dasar laut Indonesia bahkan menjadi yang terbesar di seantero Bumi. Potensi ini menjadi sumber energi alternatif yang menjanjikan untuk dikembangkan pada masa mendatang.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (PPPGL) Badan Litbang Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ediar Usman, mengatakan, OTEC merupakan bagian dari energi baru terbarukan. Energi ini bersumber dari perbedaan temperatur air laut yang bisa dengan mudah ditemukan di perairan laut tropis.

Baca juga: PLTB Sidrap, Era Baru Pembangkit Listrik Energi Terbarukan di Indonesia

Potensi OTEC di Indonesia, ungkapnya, tersebar di pantai barat Sumatera, selatan Jawa, Sulawesi, Maluku Utara, Bali, dan Lembata (NTT). Hal itu diungkapkan Usman pada pelaksanaan uji coba (sea trial) Kapal Riset Geomarin III di Selat Sunda, belum lama ini.

"PPPGL telah melakukan kajian dan penelitian potensi OTEC di 17 lokasi sebesar 41 GW," kata dia.

Sea trial tersebut, jelasnya, merupakan persiapan pelaksanaan penelitian identifikasi cekungan sedimenter untuk mendukung penyiapan wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi (Migas) Perairan Arafura (Papua) dan OTEC  di perairan Lembata (NTT).

"Potensi energi panas laut di perairan Indonesia diprediksi menghasilkan daya sekitar 240.000 MW. Indonesia bagian timur memiliki perbedaan suhu lebih besar dari bagian barat," ulasnya.

Pihaknya juga mengungkapkan, pemanfaatan OTEC akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat di sekitarnya.

"Energi ini bernilai ekonomi lebih tinggi dibanding sumber energi lainnya. Energi ini menghasilkan listrik dan air murni akibat penguapan air laut,” paparnya.

Baca juga: Indonesia Juara Satu Asia Bikin Kereta Api

Ia mencontohkan, pembangkit listrik (PL) OTEC berskala kecil telah berdiri di Kumejima (Jepang) dan Hawaii. PL OTEC berkapasitas 10 megawatt (MW) juga tengah dibangun di Tiongkok, Korea Selatan, dan India.

Menyikapi hal ini, Usman menambahkan, PPPGL telah merancang langkah strategis dalam riset OTEC, terutama menentukan lokasi prospektif di seluruh Indonesia yang menjadi dasar investasi energi tersebut.

Langkah tersebut, terangnya, meliputi survei potensi regional dan rinci, teknis dan ekonomis, serta survei potensi di Bali Utara dan Lembata menggunakan Geomarin III pada 2017, kemudian akan dilanjutkan prastudi kelayakan dan studi kelayakan pada 2018 mendatang.

"Juga termasuk di dalamnya kajian aspek teknis dan ilmiah lainnya, termasuk sosial, budaya, dan ekonomi, dan pemilihan lokasi pilot project di Indonesia," tandas dia. (GIL/SA)