Destinasi Wisata Selain Bali yang Potensial bagi Investor

Bali hanyalah satu dari banyak destinasi wisata potensial bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di sektor pariwisata Indonesia. Masih banyak daerah potensial lain di Indonesia

Destinasi Wisata Selain Bali yang Potensial bagi Investor
Wisata alam Danau Toba, Sumatra Utara. (Pixabay)

Inibaru.id – Bagi wisatawan mancanegara, Bali mungkin jauh lebih familiar di telinga mereka ketimbang Indonesia. Gurauan tentang hal itu juga sudah sering kita dengar. Padahal, Nusantara jauh lebih besar dari Bali. Bahkan, konon sejumlah “Bali wannabe” yang tengah dipamerkan pemerintah kepada investor.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong seperti diberitakan CNN Indonesia baru-baru ini mengatakan, sejumlah destinasi “Bali Baru” telah tersedia di Indonesia.

Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu & Kota Tua (DKI Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah), dan Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur), serta dua kawasan pariwisata terpadu di Sumatera Barat yakni Mandeh dan Gunung Padang, adalah destinasi baru tersebut.

Baca juga:
Perdagangan RI Terganggu bila AS dan Korut Jadi Perang
Menko Darmin Pastikan Indonesia Swasembada Beras Tahun Ini

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, Thomas pun mengajak para investor untuk hadir dalam forum Regional Investment Forum (RIF) yang diadakan di Padang, Sumatera Barat, pada 15-17 Oktober mendatang.

Ia menjelaskan, pertumbuhan sektor pariwisata di Indonesia saat ini sangat pesat. Tercatat pada semester pertama 2017, nilai realisasi investasi pariwisata negeri ini mencapai US$ 929,14 juta atau Rp 12,4 triliun. Angka ini tumbuh 37 persen dari semester yang sama tahun sebelumnya (year on year/YoY).

Sebagai informasi, berdasarkan data BKPM, selama periode 2010-2016, realisasi investasi di sektor pariwisata tumbuh rata-rata 20 persen pertahun dan telah menyerap 221.000 tenaga kerja.

“Hal ini menunjukkan bagaimana sektor pariwisata masih dapat terus tumbuh,” ungkapnya.

Baca juga:
Harga Karet Mentok, Petani Utang ke Tauke
Jumlah Start-up Baru Indonesia Anjlok Hingga 23 Persen

Pelaksanaan RIF Padang 2017 juga didukung Menteri Pariwisata Arief Yahya. Ia optimistis, keberadaan para investor yang berinvestasi di sektor pariwisata akan semakin meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara dan domestik di Indonesia.

Hingga saat ini, telah ada 114 investor mancanegara yang akan menghadiri RIF Padang 2017. Mereka berasal dari dari Australia, Jepang, Amerika Serikat, Singapura, Tiongkok, dan Inggris.

Lewat forum ini, ungkap Arif, dirinya berharap pengembangan sektor pariwisata dapat semakin pesat dan mampu meraup Rp 260 triliun devisa dari sektor pariwisata sebagaimana yang ditargetkan pemerintah. (GIL/SA)