Dana Santunan Kecelakaan Naik Seratus Persen

Dana Santunan Kecelakaan Naik Seratus Persen
Kemenkeu mengeluarkan kebijakan baru (Foto: uri.co.id)

inibaru.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali mengeluarkan kebijakan baru yang menyebabkan dana santunan kecelakaan naik menjadi 2 kali lipat dari sebelumnya.

Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15 Tahun 2017 mengenai besar santunan dan iuran wajib dana pertanggungan wajib kecelakaan penumpang alat angkutan penumpang umum di darat, sungai/danau, dan PMK Nomor 16 Tahun 2017 tentang besar santunan dan sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Sosialisasi Kenaikan Besar Santunan Korban Kecelakaan Penumpang Umum dan Korban Kecelakaan Lalu Lintas Jalan di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (12/5) menyebutkan bahwa kebijakan ini akan berlaku per 1 Juni 2017.

“Sebenarnya PMK itu diterbitkan pada Februari lalu namun baru akan berlaku 1 Juni karena Jasa Raharja butuh waktu untuk persiapan dan sosialisasi agar masyarakat tahu apa yang menjadi haknya apabila terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Keputusan Kemenkeu untuk menaikkan besaran santunan bagi korban kecelakaan dilandasi oleh kondisi keuangan Jasa Raharja yang semakin baik setiap tahunnya. Progres tersebut menyusul angka kecelakaan yang semakin menurun sementara pengguna pengendara bermotor terus meningkat.

“Sejauh ini jumlah angka kecelakaan yang terjadi menurun, sementara jumlah iuran meningkat seiring dengan meningkatnya volume kendaraan. Sehingga keuangan Jasa Raharja juga meningkat,” jelasnya.

Selain itu, lebaran 2017 juga menjadi perhatian khusus dari Menkeu. Pasalnya, puncak arus mudik lebaran seringkali membuat angka kecelakaan berpotensi meningkat.

“Ini butuh fasilitas karena volume traffic luar biasa besar,” pungkasnya.

Berikut ini merupakan daftar kenaikan dana santunan korban dan fasilitas merujuk pada hasil pemberlakukan kebijakan;

  1. Meninggal dunia (ahli waris) naik dari Rp 25 juta menjadi Rp 50 juta.
  2. Cacat tetap dari Rp 25 juta menjadi Rp 50 juta.
  3. Biaya perawatan luka-luka maksimal naik dari Rp 10 juta menjadi Rp 20 juta.
  4. Penggantian biaya P3K dari tidak ada menjadi Rp 1 juta.
  5. Penggantian biaya ambulan dari tidak ada menjadi Rp 500 ribu.
  6. Biaya penguburan (jika tidak ada ahli waris) naik dari Rp 2 juta menjadi Rp 4 juta. (NA)