Ahli Ekonomi dan Keuangan dari 189 Negara akan Berkumpul di Indonesia dalam AM 2018

Akan ada sekitar dua ribu pertemuan yang diadakan selama AM 2018. Sebagai agenda utama akan diadakan Sidang Pleno, Rapat Komite Moneter dan Keuangan Internasional (IMFC), dan Rapat Komite Pembangunan (DC).

Ahli Ekonomi dan Keuangan dari 189 Negara akan Berkumpul di Indonesia dalam AM 2018
Logo IMF-WB Annual Meeting 2018. (Foto: am2018bali.go.id)

Inibaru.id - Indonesia akan kedatangan tamu-tamu kondang di bidang ekonomi dari seluruh dunia. Mereka akan bertemu dalam forum ekonomi internasional. Selama sepekan pada Oktober 2018, para ekonom itu akan membahas perkembangan ekonomi dan keuangan global.

Dilansir dari GNFI, ribuan pakar keuangan dipastikan bertemu di Bali tahun depan, termasuk di dalamnya para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari 189 negara di dunia. Mereka akan mewakili negara-negara anggota International Monetary Fund (IMF) dan World Bank Group (WBG).

Baca juga: Hebat! Pesawat CN235 Produksi Dalam Negeri Tembus Pasar Negara-Negara Ini

Selain para pejabat keuangan negara, direncanakan akan turut hadir para tokoh terkemuka dari sektor swasta, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan media.

Ajang rutin yang akan mempertemukan para pakar keuangan ini merupakan program tahunan IMF-WBG (IMF-WBG Annual Meeting). Dalam tiga tahun, dua kali penyelenggaraan akan digelar di Washington DC, Amerika Serikat, sementara di tahun ketiga dihelat di salah satu negara anggota lainnya.

Setelah dua kali penyelenggaraan di Washington DC pada 2016 dan 2017, Indonesia akan menjadi tuan rumah untuk IMF-WBG Annual Meeting 2018 (AM 2018) mendatang. Negeri ini menjadi negara keempat di Asia Tenggara yang mendapatkan kesempatan tersebut.

Sebelumnya, Filipina tercatat pernah menjadi tuan rumah pada 1976, Thailand pada 1991, dan Singapura di tahun 2006 silam.

Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, menilai, AM 2018 adalah pertemuan keuangan terbesar dunia. Bagi Indonesia, pertemuan ini adalah momentum yang sangat baik untuk menunjukkan kepada dunia keberhasilan sebagai ekonomi yang bereformasi, berdaya tahan, dan progresif.

“Indonesia berhasil menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, lebih seimbang, dan memperhatikan kesejahteraan masyarakat,” ujar Agus.

Selain itu, lanjut Agus, Indonesia juga akan menggunakan kesempatan ini untuk menunjukkan keberhasilan ASEAN yang berkembang menjadi kerja sama regional dengan ekonomi yang stabil, tertata baik, serta siap menjadi motor pertumbuhan dunia.

Baca juga: Waduh! Jumlah Start Up di Indonesia Justru Terus Menurun

Sebagai tuan rumah, Indonesia juga akan memperoleh banyak manfaat, mulai dari kesempatan ekonomi dalam persiapan pelaksanaan, promosi produk unggulan, tujuan investasi, hingga peningkatan devisa negara melalui kunjungan peserta yang total akan berjumlah sekitar 15 ribu orang.

Untuk mendukung pertemuan tahunan dari sisi informasi dan publikasi, masyarakat luas dari seluruh dunia telah dapat mengakses laman am2018bali.go.id yang diluncurkan di Nusa Dua, Bali, beberapa waktu lalu. Situs ini akan menampilkan seluruh persiapan AM 2018.    

Dalam laman tersebut diberitakan, akan ada sekitar dua ribu pertemuan yang diadakan selama AM 2018. Sebagai agenda utama akan diadakan Sidang Pleno, Rapat Komite Moneter dan Keuangan Internasional (IMFC), dan Rapat Komite Pembangunan (DC).

Di samping itu, IMF dan WBG juga akan memfasilitasi sejumlah pertemuan kelompok delegasi negara-negara seperti G-20, G-24, Persemakmuran, BRICS, serta program Seminar, briefing regional, konferensi pers, dan kegiatan lainnya. (GIL/IB)