Woodteke Hasilkan Jutaan Rupiah dari Craft Kreatif Kayu Pinus
Proses pembuatan produk Woodteke. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Woodteke Hasilkan Jutaan Rupiah dari Craft Kreatif Kayu Pinus

Berbicara tentang olahan kayu, tentu banyak sekali produk kreatif yang bisa dihasilkan. Produk tersebut nggak melulu barang besar seperti furnitur. Namun juga pernak-pernik seperti jam dan hiasan dinding. Usaha bernama Woodteke ini hadirkan beragam pernak-pernik craft berbahan dasar kayu pinus.

Inibaru.id – Woodteke hadir memeriahkan dunia craft kayu sejak April 2018. Penciptanya adalah seorang pemuda kelahiran Cirebon, 27 Januari 1993 bernama Ma’rifatumbillah atau yang akrab dipanggil Ayip. Brand Woodteke terinspirasi dai slenthingan-slenthingan orang-orang Semarangan ketika ngobrol.

“Aslinya kan ‘wuteke’ gitu. Agak saru cuma aku plesetin jadi wood. Biar gampang diingat. Bikin brand image dapat,” kata alumnus jurusan Akuntansi Universtitas Pandanaran tersebut.

Produk yang dibuat Woodteke biasanya digunakan sebagai kado untuk pasangan atau kado kelulusan. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Woodteke menjual berbagai produk seperti wall decor, jam dinding, gantungan kunci, photoboot, dan lain-lainnya. Ada bermacam ukuran kayu yang ditawarkan dari 17x22 cm, 22x30 cm, hingga A3. Jenis kayu yang dia pakai dalam produknya menggunakan kayu jati londo atau kayu pinus.

Ayip menjelaskan alasan mengapa nggak menggunakan kayu jati. Meski kayu ini awet, sangat sulit untuk mendapatkannya. Selain itu, warnanya yang hitam menjadikan suvenir kurang pas saat ditempel gambar. Berbeda dengan kayu pinus yang berwarna putih, bersih, dan hip (banyak) peminatnya.

Proses produksinya dimulai dengan menyunting foto menggunakan Photoshop. "Lalu diprint di HVS, dimirror, dikasi cairan, ditempelin ke kayu. Ditunggu sekitar 15 menit, sesudah itu diusap pakai air biasa nanti nempel sendiri gambarnya. Kesannya kayak proses sablon," ucap pemuda yang memiliki motto hidup idealis tetap realistis ini.

Miter Saw untuk memotong kayu. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Satu produk dapat diselesaikan Ayip dalam waktu aman tiga hingga empat hari. Tergantung kuantitas dan target pembeli pengin jadi seberapa cepat. Kendala yang Ayip hadapi selama menjalani usaha lebih pada mendapat pesanan yang mendadak. Pengin cepat dengan hasil bagus. Ayip kadang menyanggupi, tapi kesannya sangat buru-buru. Kendala lain terkait mencari kayu yang seratnya solid dan polos.

Untuk harga dia patok antara 75 ribu hingga 150 ribu. Ayip memasarkan produknya di Semarang, meskipun pemesanan banyak dari Jakarta dan Bandung. Bahkan pernah sampai Papua yang ongkirnya lebih mahal daripada harga produknya.

Gantungan kunci produk Woodteke. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Dalam sebulan, Ayip mengaku mendapat omzet sekitar dua hingga tiga juta. Orang-orang membeli karyanya karena banyak alasan. Seperti pengin memberi kado pacar atau untuk souvenir acara-acara sekolah, pernikahan, dan wisuda.

Menarik ya Millens. Boleh juga jadi inspirasi buat ngado pacar, eh. Bisa kamu kepoin sendiri produk-produknya di akun Instagram @woodteke! (Isma Swastiningrum/E05)