Unsur Alam Jadi Ciri Khas Batik Desa Gunungpring Magelang

Unsur Alam Jadi Ciri Khas Batik Desa Gunungpring Magelang
Batik Khas Desa Gunungpring. (Infobatik.id)

Menjadi salah satu produsen Batik Magelang, lanskap desa yang berupa pegunungan dengan detail-detail kayu dan pohon bambu menjadi inspirasi para pembatik Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan. 

Inibaru.id – Mungkin memang benar kalau ada yang mengatakan, sebuah karya bakal selalu dipengaruhi oleh masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Ini juga berlaku untuk batik. Di Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, lanskap pegunungan menjadi ciri khas batiknya.

Perlu kamu tahu, produsen batik dari Muntilan terpusat di Desa Gunungpring, yang merupakan wilayah pegunungan. Inilah yang membuat mayoritas batiknya bertemakan pemandangan alam, dedaunan, kayu, dan umumnya pohon bambu.

Pola-pola batik itu digambar dengan paduan warna-warna alam seperti kuning, hijau, cokelat, dan hitam. Kamu bisa menemukan batik cap, eco-print, hingga batik lukis dengan motif tersebut, dengan harga yang cukup variatif.

Pembatik dari Magelang. (Tribunnews/Rendika Ferri K)
Pembatik dari Magelang. (Tribunnews/Rendika Ferri K)

Selain dari Desa Borobudur, batik di Desa Gunungpring termasuk yang cukup diminati di Magelang. Kendati nggak semasyhur batik Pekalongan, Lasem, Solo, atau Yogyakarta, batik dari Muntilan ini nggak bisa dipandang remeh, lo!

Pemain Baru

Batik Magelang memang nggak bisa disamakan dengan Batik Pekalongan atau Solo yang telah dikenal sejak lama. Mereka adalah para "pemain baru" yang  mengangkat unsur alam dan legenda kampung sebagai ciri khas motifnya.

Pembatik dari Magelang. (Beritamagelang)
Pembatik dari Magelang. (Beritamagelang)

Batik Magelang memang tengah berkembang, baik dari segi produksi maupun pemasaran. Di Desa Gunungpring, sekurangnya sudah ada 23 pembatik resmi dan membentuk paguyuban. Jumlah ini kemungkinan bertambah karena kini mulai bermunculan pembatik baru.

Hm, ini tentu menjadi angin segar untuk perputaran ekonomi desa di Magelang. Di desamu, adakah sumber ekonomi kolektif desa yang mulai berkembang? (IB07/E03)