Salut! UD Fajar Mandiri Jaya Ubah Rongsok Kuningan Jadi Suku Cadang Senapan

Siapa sangka peralatan menembak ini dibuat dari rongsokan? Di UD Fajar Mandiri Jaya milik Bambang barang rongsok diubah menjadi alat berburu yang diburu.

Salut! UD Fajar Mandiri Jaya Ubah Rongsok Kuningan Jadi Suku Cadang Senapan
Sasaran tembak produksi UD Fajar Mandiri Jaya. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Inibaru.id- Olahraga menembak kini kian diminati banyak orang. Nggak heran bila semakin banyak pula yang menjual peralatan menembak dan suku cadangnya. Produsen yang membuat suku cadang itu pun makin bertambah.

Salah satu pihak yang memproduksi dan menjual suku cadang menembak adalah Usaha Dagang (UD) Fajar Mandiri Jaya. Saat ditemui di Pasar Restorasi dalam rangka HUT Ke-7 Partai Nasdem di De Tjolomadoe, pemilik UD Fajar Mandiri Jaya Bambang sedang menata produk di stand miliknya.

Sejumlah pengunjung melihat produk milik UD Fajar Mandiri Jaya. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Senapan laras panjang menggantung di sisi kanan stand milik Bambang. Topi berbagai model dengan tulisan Perbakin juga turut menggantung di sebelah senapan. Sementara itu, di meja terlihat beberapa peralatan menembak seperti peluru, peredam, sasaran tembak, dan kelet.

Sejumlah suku cadang yang dipamerkan itu diproduksi di home industry milik Bambang di Slawi, Tegal. Sementara alat yang lain masih diambil dari beberapa pabrik yang lebih besar.

Satu hal yang menarik, Bambang membuat suku cadang itu dari rongsokan kuningan, Millens. Dia membeli rongsokan kuningan dari para pengepul yang sudah diajak bekerja sama.

Peralatan menembak yang diproduksi UD Fajar Mandiri Jaya. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

“Mudah kok asal punya mesin bubut. Jadi nanti dari rongsokan itu dilebur kemudian baru dicetak sesuai yang akan diproduksi,” terang Bambang.

Produk Bambang pun diminati banyak orang. Saat ini, produk besutan Bambang sudah dijual di Pulau Jawa dan sedang merambah ke Bali. Produk yang paling laku, menurut Bambang, adalah peredam. Dia bisa memasok 500 dus peredam setiap bulannya.

“Mengenai penjualan itu bergantung musim. Kalau musim kemarau itu banyak karena banyak yang berburu, tapi kalau musim hujan itu sedikit, kan hujan turun jadi males berburu,” kata Bambang.

Dengan usahanya itu, Bambang bisa mendapatkan uang hingga Rp 20 juta per bulan. Kendati demikian, Bambang mengungkapkan masih pengin mengembangkan bisnisnya. Sayang, keinginannya itu masih terkendala pada modal.

Bambang dan istri memamerkan produk home industry milik mereka. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Dia dan istri mengaku sudah mencoba meminjam modal ke beberapa pihak. Namun, usaha Bambang sebelumnya yang jatuh menjadi penilaian sendiri bagi para pemberi modal.

“Saya mengharapkan ada yang bisa memberi modal. Namanya orang jatuh kan nggak ada yang pengin seperti itu,” tutur istri Bambang.

Wah, kreatif juga ya mengubah rongsok jadi suku cadang yang bisa dijual. Semoga bisnis itu bisa terus berkembang ya, Millens. (Ida Fitriyah/E05)