Stardivarious Indonesia, Biola Bambu dari Kudus

Di Kudus, Jawa Tengah, terdapat hasil kreasi tangan dengan mengolah bambu menjadi biola, lo. Nah, hasil kreasi unik tersebut laris di pasaran hingga ke luar kota. Bagaimana tampilannya ya?

Stardivarious Indonesia, Biola Bambu dari Kudus
Karya unik biola bambu dari tangan kreatif Ngatmin, orang muda asal Kudus, Jawa Tengah. (tribunnews.com)

Inibaru.id – Terkenal dengan sebutan Kota Kretek, di Kudus ada hasil kerajinan yang unik nih, Sobat Millens. Biola bambu.

Hasil kreasi bambu tersebut tercipta dari tangan Ngatmin, pemuda asal Desa Japan RT 4/RW 3, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Nggak seperti kebanyakan biola yang terbuat dari bahan kayu spruce atau cemara, Ngatmin menciptakan sebuah biola yang nggak kalah estetik dengan bahan dasar bambu.

Lantaran bambu sangat mudah dicari, Ngatmin mempunyai ide cemerlang untuk memanfaatkan bambu tersebut untuk bahan pembuatan biola. Meski nggak semua bagian biola terbuat dari bambu, keunikan alat musik tersebut tetap melekat erat.

Baca juga:
Di Kursi Bakpao Kamu Bakal Betah Berlama-lama Duduk
Motif-Motif Cantik Batik Pekalongan

Mengutip detik.com, (30/3/2018), untuk bambu yang dipakai bukanlah bambu yang baru di tebang melainkan yang telah dijemur di bawah sinar matahari sekitar enam bulan pascapenerbangan. Tujuannya biar kualitas biola jadi lebih kuat.

Oya, pembuatan biola bambu ini menggunakan jenis bambu petung dan wulung. Dari jenis petung, Ngatmin menghasilkan biola bersuara bas dan tenor. Sementara dari jenis wulung, biola tersebut bersuara alto dan sopran.

Dalam pembuatan alat musik tersebut, memang tak semua bagian biola dibuat dari bambu. Seperti ditulis tribunnews.com, ada kombinasi bahan kayu yang digunakan di bagian leher atau empat jari. Nah, untuk mempercantk tampilan pada biola, Ngatmin sengaja membuat ukiran replika berbentuk kepala manusia dan kepala naga, lo. Dari sanalah, Ngatmin memberi nama karyanya dengan sebutan Stardivarious Indonesia.

Eits, untuk menciptakan sebuah karya yang unik dan inovatif juga ada syaratnya lo, yakni pembuat harus tahu dasar pertukangan kayu, pandai mengukir, dan mengerti musik. Hal tersebut yang membuat Ngatmin yakin atas karya ciptaannya itu.

Kendati biola bukan alat musik yang populer di Kudus, Ngatmin memulai usahanya dengan aktif mengikuti pameran. Hingga kini, biola bambu buatannya laris di pasaran, bahkan ke luar kota. Ngatmin meyakini bahwa hasil karya biolanya nggak kalah dari biola buatan luar negeri.

Baca juga:
Menggalang Dana untuk Aksi Sosial lewat "Lindungi Hutan"
Pot-Pot Semen Unik ala Ridwan

Untuk biola berkualitas koleksi, Pria kelahiran 30 Oktober 1977 ini mematok harga Rp 2 juta yang berbahan kayu dan Rp 3 juta untuk biola bambu. Selain biola, Ngatmin juga membuat handcase atau tempat menyimpan biola. Pembuatan handcase tersebut sengaja diberi sentuhan Jawa berupa balutan batik kain khas Kudus. Wah semakin ciamik saja karyanya itu.

 Berkarya memang tiada batasnya, Millens. Nah, jika kamu berada di Kudus, sempatkan mampir ke Desa Japan untuk menengok karya unik Ngatmin tersebut. (IB11/E02)