Sri Nurhilmi, Pelopor Bisnis Laundry Koin dengan Omzet Puluhan Juta

Sri Nurhilmi, Pelopor Bisnis Laundry Koin dengan Omzet Puluhan Juta
Sri Nurhilmi (liputan6.com)

Hanya butuh sekitar 1-2 jam, 6 kilogram pakaian bisa kering. Hemat waktu bukan? Inilah kelebihan laundry koin.

 Inibaru.id - Pernahkah kamu tahu tentang laundry koin? Ya, di Indonesia laundry koin terbilang belum umum dan jarang ditemukan. Berbeda halnya dengan di luar negeri, dimana hampir semua bisnis laundry sudah menggunakan koin dan self service.

Nah, melihat peluang tersebut, perempuan berhijab bernama Sri Nurhilmi (27) langsung mencoba peruntungannya berbisnis laundry koin.

Mengutip liputan6.com (24/6/2017), bermodalkan sekitar Rp 700 juta, perempuan yang akrab disapa Ii itu membuka laundry pertamanya di Apartemen Taman Melati, Depok pada 2013. Sekarang, usaha yang dibuat franchise itu sudah memiliki lima cabang.

Keuntungan Berlimpah

Para konsumen di salah satu cabang Rama Laundromat. (ramalaundromat.com)

Soal keuntungan, bisnis laundry koin dengan brand Rama Laundromat itu bisa meraih omzet Rp 40 juta per bulannya, lo.

Apalagi saat musim tertentu seperti Lebaran, Natal, dan hari besar lainnya, biasanya terjadi peningkatan cukup signifikan. Menggiurkan sekali bukan?

Eits, tapi untuk mencapai itu semua bukan hal yang mudah. Sebelumnya, Ii pernah berbisnis laundry kiloan. Namun kesulitannya adalah mencari karyawan yang sesuai kriteria dengan jumlah yang lebih banyak. Belum lagi jika ada kerusakan barang pelanggan, maka pihak laundry harus menanggungnya.

Hal itu nggak terjadi pada bisnis laundry koin, Millens. Karena sifatnya self service, semua kerusakan atau cucian luntur juga menjadi tanggung jawab pelanggan. Ii hanya membutuhkan satu karyawan saja.

Yang menjadi kendala adalah waktu ekstra untuk mengedukasi pelanggan, terutama tahap pengenalan sistem. Pelanggan masih perlu diberi petunjuk cara menggunakan mesin. Belum lagi kebiasaan masyarakat Indonesia yang selama ini selalu dilayani. Padahal, dengan laundry koin, pelanggan harus melakukan keseluruhan proses sendiri.

Nah, agar selama menunggu pelanggan nggak bosan, disediakan fasilitas wi-fi, minuman, dan makanan ringan. Selain itu, dia juga bekerjasama dengan ojek online yang masuk menjadi aplikasi pilihan masyarakat jika ingin mencuci pakaian.

Bagaimana, tertarik mengikuti jejak Ii?. (IB05/E05)