Siap Ekspansi ke Daerah, Inilah Keunggulan Ojol Bonceng

Sama-sama berbasis digital, aplikasi Bonceng hadir dengan keunggulan yang siap diadu dengan para pendahulunya.

Siap Ekspansi ke Daerah, Inilah Keunggulan Ojol Bonceng
Bonceng, aplikasi digital karya anak bangsa yang siap bersaing dengan para pendulunya. (Katadata)

Inibaru.id – Makin ke sini, jasa transportasi berbasis daring kian menjadi fasilitas unggulan untuk membantu mobilitas masyarakat, khususnya kaum urban. Setelah muncul Grab, Gojek, dan Uber, meski nama terakhir kini sudah nggak ada, satu aplikasi lagi yang dirilis yakni Bonceng.

Dirilis sejak November 2018, Bonceng mulai dikenal luas masyarakat dan siap berekspansi ke berbagai daerah di Indonesia.

"Bonceng melibatkan pemerintah pemerintah daerah melalui pengelolaan bersama baik itu dengan BUMD, Koperasi, ataupun korporasi lokal. Selain Labuan Bajo dan Ambon, ada 12 daerah lain yang sedang menunggu untuk kita segera konsolidasikan dan berharap tahun ini kita ada di seluruh propinsi di Indonesia," kata Faiz Nouval (CEO Bonceng) yang dilansir dari Okezone, Jumat (22/03/19).

Mitra Bonceng semakin bertambah dan pengembangan wilayah jangkauannya pun diperluas. (sindonews.com)

Oya Millens, sebagai pendatang baru, Bonceng menawarkan beberapa keunggulan. Salah satunya adalah sistem kerja sama dengan driver berupa hak penuh atas transaksi yang diterima oleh mitranya tersebut. Jadi, pihak Bonceng tidak memotong hasil transaksi dari customer dan seluruh bayaran tersebut menjadi hak driver sepenuhnya.

Selain itu, sistem penentuan tarif juga tidak didasarkan pada jarak tempuh yang dihitung per-kilometer. Maksudnya, Bonceng memiliki klasifikasi jarak berdasarkan cluster yang telah ditentukan. Jadi, biayanya bakal dimulai dari Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 15.000, dan seterusnya.

Aplikasi Bonceng juga dilengkapi fitur panic button untuk alarm jika customer-nya mengalami masalah. Terus, customer juga bisa mengatur waktu penjemputan lebih awal atau sesuai dengan jadwal yang dikehendaki.

Dua fitur itu tampak sepele. Namun, ini bisa sangat menunjang di Indonesia yang belum bisa luput dari kasus pelecehan seksual di kendaraan umum. (IB23/E03)