Sepeda Cangkul Ergonomis untuk Meminimalisasi Cedera Petani

Sepeda Cangkul Ergonomis untuk Meminimalisasi Cedera Petani
Tim mahasiswa pencipta sepeda cangkul. (detik.com)

Sering mengalami cedera otot saat menggunakan cangkul tradisional, petani kini nggak perlu khawatir lagi. Pasalnya ada inovasi sepeda cangkul ergonomis yang ringan sehingga meminimalisasi cedera otot.

Inibaru.id – Sobat Millens pernah mencangkul? Membutuhkan kekuatan fisik yang prima, pekerjaan mencangkul merupakan pekerjaan yang cukup berat bagi petani. Apalagi jika menggunakan alat cangkul trandisional. Bahkan, nggak jarang alat cangkul tradisional tersebut kerap menyebabkan sakit otot, terutama di bagian pundak.

Lantaran hal tersebut, tim mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuat inovasi sepeda cangkul ergonomis. Mereka adalah Ricca Andhini Octaria, Hendy Arno Yulianto, R.Ay Shanty Permatasari, Asrorudin, dan Mahmud Adam.

Mengutip youngster.id (31/7/2018), ide tersebut muncul dari seringnya melihat petani yang menggunakan cangkul tradisional. Berdasarkan riset, mereka menemukan fakta bahwa banyak petani yang mengeluh terkait cedera otot yang dirasakan karena aktivitas mencangkul. Hal ini disebabkan petani harus memikul cangkul untuk membawanya. Selain itu, saat menggunakannya, petani juga harus membungkuk berkali-kali, sehingga memperbesar peluang terjadinya cedera.

Nah, untuk mengurangi risiko cedera otot tersebut, mereka kemudan membuat sepeda cangkul. Dinamakan demikian karena untuk menggunakan cangkul cukup dengan mengayuh saja. Sehingga meminimalkan gerakan ayunan tangan saat mencangkul dan pinggang untuk menahan.

Petani sedang mencangkuli sawah. (pertanianku.com)

Cara Menggunakan

Bisa dibawa dan ditenteng, sepeda cangkul memiliki desain sederhana dengan pengoperasian alat yang cukup mudah. Hanya dengan menancapkan mata pisau cangkul di tanah, lalu pengguna dapat mengarahkan cangkulan ke kiri atau ke kanan sesuai dengan keinginnya. Untuk memudahkan gerak sepeda cangkul, terdapat besi yang juga sekaligus berfungsi sebagai pedal.

So, dengan adanya metode tersebut, diharapkan adanya sepeda cangkul ini juga dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan perkebunan. Ini karena penggunaannya berbeda dengan cangkul tradisional yang masih manual. Jika menggunakan sepeda cangkul, petani nggak perlu lagi mengangkat setelah melakukan galian. Namun cukup digeser saja lalu digerakkan ke kiri dan ke kanan. Cukup mudah bukan?

Selain itu, uniknya sepeda cangkul tersebut dibuat dengan memanfaatkan barang bekas. Terutama di bagian setir yang dibuat sedemikian rupa menggunakan baja yang ukurannya lebih besar. Sementara lempengan di bagian bawah yang telah disesuaikan bentuknya, berguna untuk menyingkirkan tanah ketika sepeda cangkul sedang beroperasi. Wah, kreatif ya?

Oya, sepeda cangkul ini merupakan salah satu inovasi dari mata kuliah pengembangan produk di UMM. Dalam mata kuliah ini, kreativitas dan keilmuan mahasiswa diuji. Mereka harus menghasilkan sebuah produk yang bertemakan kebutuhan difabel dan pertanian. 

Bagaimana menurut Millens, hebat ya? Semoga bisa dikembangkan ya! (IB05/E05)