Menuju Senjakala Warnet, Campusnet Tetap Eksis

Menuju Senjakala Warnet, Campusnet Tetap Eksis
Campusnet. (Inibaru.id/Ayu S Irawati)

Nggak dimungkiri bahwa eksistensi warung internet (warnet) kian tergerus oleh teknologi yang mudah dimiliki setiap individu. Lalu, bagaimana caranya agar warnet bisa bertahan hingga kini?

Inibaru.id – Gempuran teknologi yang nggak ada habisnya memungkinkan masyarakat untuk memiliki akses internet high speed melalui gawai masing-masing. Bahkan, jaringan 5G pun terus diuji coba di Indonesia demi kecepatan internet 20 kali lipat. Eksistensi warung internet (warnet) yang begitu kuat pada 2000-an kian memudar. Lalu, bagaimana cara warnet bertahan?

Bukan Warnet Konvensional

Di Semarang, Jawa Tengah, Campusnet merupakan bisnis warnet yang masih bertahan hingga kini. Sebanyak 13 cabang Campusnet, di antaranya di Jalan Soekarno Hatta, Ngaliyan, dan Kedungmundu, berinovasi menyuguhkan konsep warnet yang menarik minat pengunjung.

Ketika membuka pintu, kamu akan disambut sejuknya AC dan dihadapkan pada pegawai yang akan memandu kamu memilih paket. Tarifnya mulai Rp 5.000-24.000, sesuai dengan jenis paket. Terus, kamu juga bisa mendaftar sebagai member Campusnet untuk mendapatkan promosi. Tarif internetnya juga lebih murah, lo.

Bilik-bilik di Campusnet. (Inibaru.id/Ayu S Irawati) 

Nggak hanya itu, kamu juga bisa memilih area VIP, reguler, atau smoking room. Yap, para perokok diberikan ruangan khusus agar pengguna lainnya nggak terganggu. Dengan kecepatan up to 200 mbps, pengguna pasti betah berlama-lama.

Ahmad Ridwan, business officer Campusnet Jalan Woltermonginsidi, Genuksari, Genuk, mengatakan, warnet masih dibutuhkan untuk keperluan yang nggak bisa dikover ponsel pintar.

“Kalau menonton dari HP, kan, layarnya kecil. Terus, takut kuotanya boros. Jadi, kalau mau nonton film, download film, atau streaming, di warnet kan bebas. Kadang pengunjung juga pada bilang kalau lagi bosan di rumah,” ujarnya. 

Aman bagi Anak

Nggak seperti warnet pada umumnya, Campusnet memiliki lebih dari satu operator. Karena itu, bila ada pengunjung yang membutuhkan pendampingan, operator akan membantu.

Saat weekdays dan jam sekolah, Campusnet melarang anak berseragam sekolah masuk. Ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkan kepercayaan pengguna terhadap Campusnet. Wajar saja kalau orang tua nggak masalah mengizinkan anak-anaknya datang ke warnet.

Fasilitas Lengkap

Bagian dalam bilik. (Inibaru.id/Ayu S Irawati) 

Bilik-bilik yang ada di Campusnet cukup luas, dilengkapi dengan sofa empuk, monitor, keyboard, dan headset yang terjamin fungsinya. Setiap ada masalah, staf Campusnet akan berkoordinasi dengan tim teknisi dan tim jaringan dari pusat untuk mengatasinya.

Pelbagai fasilitas "ekslusif" yang nggak bisa kamu dapatkan di rumah memang disediakan di sini. Ketika mengerjakan tugas, kamu juga bisa langsung mencetak atau memindai dokumenmu di sana.

Lapar atau haus? Ada spot yang menjajakan snack dan minuman dingin juga, Millens.

Campusnet. (Inibaru.id/Ayu S Irawati) 

Dengan mengutamakan kenyamanan pengguna dan kecepatan pelayanan, Campusnet tetap bertahan di tengah senjakala warnet. Yap, pada akhirnya, inovasi memang dibutuhkan untuk bersaing dengan perkembangan teknologi.

Hm, tanpa bermetamorfosis ke game online, rupanya warnet bisa tetap eksis di zaman digital seperti sekarang ini. Syaratnya? Pelayanan eksklusif dan terbaik yang siap memanjakan penggunanya! 

Gimana, tertarik mencobanya? (Ayu S Irawati/E03)