Rumit dan Panjang, Masker Floral De Fleur Ini Diproduksi Terbatas

Rumit dan Panjang, Masker Floral De Fleur Ini Diproduksi Terbatas
Berbagai corak masker floral produksi De Fleur. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Cuma bisa memproduksi sekitar 40 masker per hari, semua masker floral produksi Anita dan karyawannya ini dijamin punya desain unik. Selain itu, proses panjang di baliknya juga merupakan upayanya untuk menjamin kebersihan masker. Gimana ceritanya?

Inibaru.id - Jumat (23/4) siang, saya sampai di depan toko bunga de Fleur yang berada di Jalan Veteran nomor 45 Semarang ini. Tenang, adalah suasana yang saya dapati seketika memasuki toko bunga yang tak terlalu luas tersebut. Dari berbagai rangkaian bunga yang dipajang, cuma masker floral yang menjadi buruan saya.

Saya bertemu dengan Anita, pemilik De Fleur yang kala itu tengah bersiap membuat masker floral yang kini tengah disukai banyak orang itu. Yap, kini Anita disibukkan dengan banyaknya pesanan masker fesyen yang satu ini. Bersama dua pegawainya, dia mengaku dapat memproduksi 40 masker per hari.

“Sebisanya kita karena handmade juga nggak bisa diburu-buru,” tutur perempuan 40 tahun ini.

Menurutnya, pengerjaan satu buah masker membutuhkan waktu 10 menit. Mulai dari menempel dasar hingga menghias, Anita mengaku hal tersebut dilakukan secara acak tanpa ada desain yang paten. Hasilnya, masker yang dibuatnya eksklusif.

Menjamin Kebersihan

Anita selalu memperhatikan kebersihan dalam proses pembutan masker. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Anita selalu memperhatikan kebersihan dalam proses pembutan masker. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Soal kebersihan masker ini, kamu nggak perlu meragukannya. Sebelum dirangkai dengan berbagai hiasan bunga dan pernak-perniknya, masker kain dua lapis yang selesai diproduksi langsung masuk ke tahap sterilisasi. Dalam proses ini, masker akan dicuci terlebih dahulu dengan antiseptik. Setelah kering, masker disetrika untuk membunuh kuman.

Begitupun dengan biasan bunga artifisial yang terbuat dari bahan kain, Anita juga memberlakukan yang sama.

“Bunga direndam dengan cairan antiseptik atau sabun cair yang mengandung antiseptik lalu dijemur sampai kering baru kemudian dipotong-potong," tandasnya.

Nggak cuma itu, setiap proses pembuatannya, dia dan karyawannya pun selalu memakai sarung tangan agar masker tetap higienis. Setelah siap dikemas, masker-masker buatannya ini kemudian ditetesi minyak esensial yang berguna untuk kesehatan.

Berbagai proses ini membuat pembeli langsung bisa memakai masker yang sudah steril dan merasakan khasiat dari minyak esensial yang ada di dalamnya.

Masker modis dengan banyak detail ini membutuhkan teknik perawatan yang berbeda dengan masker biasa. Jika dirasa kotor, kamu bisa merendamnya dalam cairan antiseptik. Kemudian teteskan sabun cair ke bagian dalam masker dan gosok. Eits, bagian ornamen nggak perlu kamu gosok ya. O ya, kamu juga bisa menambahkan minyak esensial jika kamu ingin.

Satu buah masker penuh bunga ini dibanderol dengan harga Rp 85 ribu. Meski harganya lebih tinggi dibanding masker kain lain, tapi worth it kok dengan kesan mewah dan eksklusivitasnya. Tertarik untuk memilikinya, Millens? (Zulfa Anisah/E05)