Rubiyanti Ingin Manisan Labu Jipang jadi Ikon Oleh-Oleh Kudus

Rubiyanti Ingin Manisan Labu Jipang jadi Ikon Oleh-Oleh Kudus
Salah satu produk olahan UMKM ULIQ, Kripik Daun Labu Jipang. (Inibaru.id/ Rafida Azzundhani)

Berawal dari keinginan untuk menciptakan makanan dari labu jipang yang disukai anak-anak, kini manisan ciptaan UMKM UNIQ ini laris-manis di pasaran.

Inibaru.id - Siapa sih yang nggak kenal dengan labu jipang? Sayuran sehat ini sering dikonsumsi masyarakat Indonesia. Meski sangat populer di sini, ternyata labu ini bukan asli dari Indonesia, lo.

Pemilik UMKM ULIQ Rubiyanti menceritakan bahwa labu jipang berasal dari Thailand, tepatnya di daerah Siam. Hal ini membuat labu ini juga dikenal dengan nama Labu Siam. Labu ini dibawa oleh penjajah Belanda sebagai bekal perjalanan dan kemudian tumbuh subur di Indonesia.

Rubiyanti berinovasi untuk menciptakan olahan labu jipang yang berbeda agar anak-anaknya suka makan sayuran. Hal ini disebabkan oleh labu jipang yang cenderung nggak memiliki rasa khas dan warnanya kurang menarik.

Kreativitas Rubiyanti kemudian menghasilkan manisan labu jipang yang memiliki rasa yang enak dan disukai anak-anak.

“Awal mulanya saya nggak mikir ke arah bisnis. Alasan menciptakan olahan labu jipang ini karena anak kami nggak doyan sayur. Awalnya saya ingin berinovasi agar anak kami doyan sayuran,” ujarnya ketika saya temui pada hari Rabu (19/3/2020).

Siapa sangka, banyak sekali yang tertarik untuk mencicipi manisan labu jipang ini. Tahu manisannya disukai banyak orang, Rubiyanti pun memutuskan untuk menjualnya. Kini, manisan labu jipangnya dijual hingga ke Sumatera.

Labu jipang ini juga sempat dilirik pasar Malaysia lo. Tapi Rubiyanti mengungkapkan jika untuk saat ini produksi manisan labu jipang Mr Jeje belum mampu memenuhi permintaan yang cukup tinggi dari pasar luar negeri.

Produk manisan yang dijual di toko oleh-oleh depan rumahnya.  (Inibaru.id/ Rafida Azzundhani)
Produk manisan yang dijual di toko oleh-oleh depan rumahnya. (Inibaru.id/ Rafida Azzundhani)

Dibantu oleh tiga orang pegawainya, Rubiyanti bisa memproduksi manisan labu jipang hingga 500 cup setiap hari. Dalam waktu dekat, dia berencana untuk menambah pegawai demi meningkatkan produksinya. Selain itu, dia ingin ke depannya manisan ini bisa menjadi ikon oleh-oleh Kabupaten Kudus.

Saat ditanya soal bahan baku, Rubiyanti mengaku nggak mengalami kendala, setidaknya hingga satu tahun ke depan.

“Kalau untuk saya pribadi ini bukan sebuah kendala, itu kalau saya ingin mencari keuntungan bagi diri saya sendiri. Tetapi bukan itu tujuan saya, saya ingin bagaimana labu jipang ini dibudidayakan bareng-bareng, diolah, dibikin dan dijual bareng-bareng. Saya ingin manisan ini bisa menjadi ikon Kabupaten Kudus, seperti manisan Carica di Wonosobo,” ungkap Rubiyanti.  

Melimpahnya labu jipang di lereng Muria membuat Rubiyanti bermimpi sayuran ini bisa dimaksimalkan menjadi penghidupan masyarakat di sekitarnya. Dia juga berharap Pemerintah Daerah ikut membimbing dan memberikan bantuan kepada para petani labu jipang di Gunung Muria agar semua pihak bisa mendapatkan keuntungan.

Jadi, apakah kamu berminat untuk mencoba manisan Labu Jipang Mr Jeje ini, Millens? (Rafida Azzundhani/E07)