Bisnis Unik Parfum Kaki Beromzet Belasan Juta

Bisnis Unik Parfum Kaki Beromzet Belasan Juta
Arie Susanto, pemilik parfum sepatu Qaqiqu (detik.com)

Inspirasi bisnis bisa muncul dari mana saja, termasuk dari bau kaki. Seperti Arie Susanto yang sukses menjual parfum sepatu ini.

Inibaru.id - Selama ini parfum biasanya digunakan hanya untuk baju dan badan. Padahal meski badan wangi namun jika kaki bau tetap saja bikin nggak enak. Hal itulah yang diyakini seorang Arie Susanto. Lantaran hal itu pula, Arie  yang masih menjadi karyawan kantoran sebuah perusahaan di Jakarta kemudian mulai mencoba berbisnis parfum sepatu dengan merek Qaqiqu.

Mengutip detik.com (13/1/2018), ide bisnis yang dia dirikan pada 2017 itu berawal dari ketidaksengajaan. Semua bermula ketika dia mencium bau kaki teman-teman kantornya. Setiap kali beberapa teman kantornya membuka sepatu, bau semerbak langsung menusuk hidung sehingga cukup mengganggu.

Karena prihatin, dia lantas mencoba mencari tahu obat dari kaki bau. Namun justru dari situlah, dia melihat adanya peluang bisnis untuk masalah bau kaki yang sering dialami banyak orang.

Produk Qaqiqu. (detik.com)

Arie pun kemudian menghubungi temannya, seorang pengusaha parfum di Malang. Dia meminta temannya untuk meracik parfum khusus sepatu. Racikan tersebut terdiri dari beberapa bahan seperti bibit parfum, campuran methanol dan olive oil.

Selain  itu ada juga zat antibakteri untuk membunuh kuman. Ya, antibakteri dibutuhkan lantaran kondisi sepatu yang terkadang lembab bisa menimbulkan bakteri yang juga menimbulkan bau.

Modal

Untuk modal awalnya, Arie mengeluarkan Rp 5 juta untuk bisa memproduksi 100 botol parfum. Nggak disangka, peminat Qaqiqu cukup banyak. Hanya dalam beberapa bulan, penjualan Qaqiqu pun meningkat mencapai tiga kali lipat dari produksi awal.

Selain itu, awalnya Qaqiqu hanya memiliki 3 varian wangi yaitu bubble gum, vanila, dan cokelat. Namun seiring berjalannya waktu, kini varian wangi Qaqiqu sudah bertambah. Arie menambahkan dua varian wangi yakni apel dan kopi. 

Nah, dari beberapa varian tersebut, aroma kopi menjadi varian yang limited edition. Ini disebabkan karena peminatnya segmented sehingga nggak selalu diproduksi. Berbeda halnya dengan varian apel yang terjual paling laris. Bahkan, lebih dari 50% penjualan adalah parfum beraroma apel.

Mau tahu omzetnya? Paling nggak, Arie bisa mengantongi hingga Rp 15 juta per bulan. Wow!

Memiliki tagline "Kebutuhan yang Terlupakan", Arie menjual produknya secara online melalui media sosial. Sesekali dia juga menjual produknya di even-even yang diadakan di daerah sekitarnya. Wah, ternyata ide bisnis bisa datang dari mana saja ya, Millens? Bahkan dari bau kaki. Ha ha (IB05/E05)