Plus-Minus Membuka Bisnis Jasa Titip

Plus-Minus Membuka Bisnis Jasa Titip
Jasa titip menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan di masa kini. (usfreightforwarder.com)

Sebelum membuka bisnis jasa titip, pertimbangkan dulu, yuk, apa saja kelebihan dan kekurangan bisnis ini!

Inibaru.id – Kamu yang masih kuliah mungkin  pernah berpikir pengin menambah uang jajan dengan bekerja. Sayangnya, mencari pekerjaan yang bisa disesuaikan dengan kesibukanmu sebagai mahasiswa adalah hal yang gampang-gampang susah.

Eits, tapi, bukan berarti kamu nggak bisa, lo. Kalau kamu mau, kamu bisa memanfaatkan media sosial dengan membuka bisnis jasa titip. Sebelum membuka bisnis jasa titip, yuk simak dulu plus-minusnya bisnis ini.

Kelebihan

  1. Fleksibel dan Tidak Membutuhkan Banyak Modal

Bisnis jasa titip bisa kamu lakukan dengan waktu yang fleksibel dan pastinya nggak banyak keluar modal. Kalau ada yang menggunakan jasamu, kamu hanya perlu menyisihkan sedikit waktu di sela-sela kesibukanmu, entah sepulang kuliah atau pada saat senggang.

Selain bisa menjadi cara untuk mencari uang, waktu membeli barang di pusat perbelanjaan juga bisa kamu manfaatkan sebagai momen rekreasi. Asyik, kan?

  1. Tahu Tren yang Berkembang dan Informasi Diskon Terkini

Membuka bisnis jasa titip berarti membuat kamu harus selalu mengikuti perkembangan tren di pasar. Kamu juga secara nggak langsung dituntut pintar dan gesit membaca situasi terutama saat ada diskon gede-gedean di suatu tempat.

Nah, dengan rajin mengunjungi pusat perbelanjaan, tentu kamu bisa memperbarui informasi ini di akun media sosialmu. Dengan kamu rajin membagi informasi, ini juga memudahkan pengguna untuk tahu apakah barang incarannya bisa dibeli dengan harga yang murah atau enggak.

  1. Memperluas Relasi

Semakin sering kamu berbelanja di suatu tempat, peluangmu untuk menjalin relasi dengan pemilik bisnis di tempat tersebut juga semakin lebar.

Elna Rusmiyanti, seorang pebisnis jasa titip, menuturkan pengalamannya gimana dia bisa mendapat bonus lantaran seringnya berbelanja. Selain dapat bonus, dia juga mengaku mendapat diskon biaya parkir. Bahkan, jika berhasil bekerja sama dengan beberapa merek, pebisnis jasa titip nggak lagi menerapkan tarif.

Dia memperoleh keuntungannya dari hasil menjual produk merek tersebut. Menurutnya, ada beberapa merek yang mengajak kerja sama, misalnya harga jual yang diposting di Instagram ditentukan dari harga asli barang di toko yang sudah ditambah tarif jasa titip. Jadi, lanjutnya, seolah-olah nggak ada tarif jasa titip, sehingga lebih menarik pengguna untuk belanja menggunakan jasa titipnya.

"Contoh promosi lain adalah dengan memberi diskon 5 persen pada pebisnis jasa titip. Bentuk penawarannya, ya, macam-macam,” jelas Elna.

Jasa titip menjadi bisnis yang sangat menggiurkan belakangan ini. (chaseamie.com)

Kekurangan

  1. Bosan Nge-mal

Kalau sedang kebanjiran pesanan, mal yang tadinya menjadi tempat bersenang-senang mungkin akan membosankan bagimu. Hasratmu untuk mampir ke toko buku, nonton, atau sekadar mencicipi es krim mungkin hilang tergantikan dengan keinginan untuk segera menuntaskan kewajibanmu membelikan barang.

  1. Disemprot Pembeli

Meski sudah teliti, nggak menutup kemungkinan kamu membeli barang yang nggak sesuai dengan pesanan pembeli. Kesalahan seperti ini pernah dilakukan Elna saat dirinya banjir pesanan "kue artis".

“Pernah ada pelanggan yang protes karena saya ternyata salah kirim rasa kue yang dia mau. Akhirnya saya ganti uangnya dengan transfer balik. Eh, sudah ditransfer kuenya tetap dimakan. Lucu dan ngeselin, sih,” katanya.

Nah, kalau nggak mau mengalami peristiwa ini, kamu harus hati-hati dan teliti, ya, Millens.

  1. Risiko Ditipu

Risiko lain dari bisnis jasa titip adalah ditipu pembeli. Karena kamu nggak pernah ketemu, komunikasi dan transaksi bisnis pun hanya bisa dilakukan melalui pesan singkat. Nggak jarang ini dimanfaatkan beberapa orang untuk mengelabui pebisnis.

Anisah Chamalia pernah mengalami cerita pahit ini saat menerima pesanan kue kekinian dari seseorang. Pada Anisah, si pembeli mengaku telah melakukan pembayaran melalui SMS Banking. Sayangnya, Anisah langsung mengiyakan meski saat itu nggak ada pesan pemberitahuan yang masuk ke gawainya.

“Saya berpikir positif bahwa hari itu sistem perbankan sedang eror karena sebelumnya memang pernah terjadi demikian. Saya langsung kejar pesanannya, eh, ternyata malah uangnya memang nggak pernah dikirim. Saya berusaha melacak posisinya, tapi dia sudah menghilang,” kenang dia.

Nah, kalau kamu tertarik membuka bisnis jasa titip, sebaiknya hal-hal tersebut bisa menjadi pertimbanganmu. Kalau nggak berhati-hati, alih-alih keuntungan yang kamu raih, kamu malah bisa rugi bertubi-tubi. (Artika Sari/E03)