Pengolahan Asap Cair dari Batok Kelapa Bisa Ditingkatkan dengan Alat Ini, Lo!

Pengolahan Asap Cair dari Batok Kelapa Bisa Ditingkatkan dengan Alat Ini, Lo!
Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Teknologi dari Universitas Brawijaya Malang yang menciptakan Morico. (Youngster.id)

Asap cair hasil pembakaran batok kelapa bisa dipakai untuk membasmi hama dan mengawetkan makanan. Alih-alih mengaplikasikan metode konvensional untuk menghasilkan asap cair, kini kamu bisa menggunakan alat yang lebih canggih bernama Morico, lo.

Inibaru.id – Kalau mengingat-ingat kegiatan Pramuka zaman sekolah, Millens pasti tahu bahwa seluruh bagian pohon kelapa sangat multiguna. Karena itu, logo Pramuka pun memiliki gambar tunas kelapa. Tapi, sudah tahu belum, kalau hasil pembakaran tempurung atau batok kelapa berupa asap cair pun bermanfaat?

Cairan hasil pembakaran batok kelapa bisa dipakai sebagai pengawet getah karet, pembasmi hama tanaman, dan pengawet alami makanan. Karena itu, lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yaitu Arsyika Oktaviani, Sellyan Lorenza, Firda Pramesti, Arta Harianti, dan M. Fathussalam menciptakan alat pembuatan asap cair yang disebut Morico.

Morico mengaplikasikan teknologi distilation cyclone untuk menghasilkan asap cair, seperti dlansir dari Youngster.id (20/8/2018). Dengan adanya teknologi tersebut, produksi per batch yang umumnya memakan waktu 120 jam, kini lebih efektif karena bisa dilakukan 48 jam. Dari segi hasil, Morico mampu menghasilkan asap cair grade A sebanyak 65 liter dan asap cair grade C sebanyak 100 liter.

Wujud Solusi dari Permasalahan di Malang

Batok kelapa. (deaagnes421.blogspot.com)

Millens perlu tahu nih, Kabupaten Malang menghasilkan 14.253 ton kelapa per tahunnya. Kelapa tersebut menyisakan limbah batok sebesar 1.710 ton. Waduh, banyak, kan?

Nah, sebetulnya, ada UKM Putra Tunggal yang aktif mengolah limbah tersebut. Sayang, proses pengolahan itu masih terbatas dengan metode konvensional. Selain rawan kebocoran gas, metode tersebut juga nggak bisa menghasilkan kuantitas yang mencukupi. Ada kesulitan juga untuk mendiversifikasi produk, misalnya mengubah asap cair grade C menjadi grade A.

Morico berhasil meminimalisasi dampak negatif metode konvensional sekaligus meningkatkan kuantitas dan kualitas asap cair. Arsyika juga menyebutkan, Morico bisa melipatgandakan pendapatan sebanyak lima kali lipat. Wajar saja, upaya sosialisasi pun gencar dilakukan.

“Untuk memudahkan penerapan teknologi baru, kami melakukan sosialisasi dan monitoring secara berkala kepada UKM untuk mengetahui perkembangan yang telah dilakukan,” pungkasnya.

Nggak hanya di Malang, semoga saja alat ini juga bisa diaplikasikan di daerah-daerah lain, ya. (IB08/E05)