Jalan Terjal Berujung Manis, Pemasaran Batik di Desa Gemawang

Jalan Terjal Berujung Manis, Pemasaran Batik di Desa Gemawang
Batik khas desa Gemawang motif daun kopi. (Kompasiana/ pri)

Di Desa Gemawang, motif batik yang digemari para pelanggan berunsur kopi. Bagaimana kabarnya sekarang ya?

Inibaru.id – Berbeda dengan batik dari Pekalongan belakangan ini, industri batik di Kabupaten Semarang justru baru saja bergeliat. Selama satu dekade terakhir, perlahan tapi pasti, produksi batik yang dipenggawai para pembatik dari Desa Gemawang, Kecamatan Jambu, mulai dilirik kolektor.

Kini, orang mulai mengenal Batik Gemawang. Namun, jauh sebelum ini, usaha yang didirikan pada 2008 lalu tersebut hanya memproduksi beberapa potong kain. Pemasarannya pun hanya dari pintu ke pintu, masuk ke instansi pemerintah dan kantor swasta di sekitar Kabupaten Magelang.

Kendati secara administratif berada di Kabupaten Semarang, pemasaran Batik Gemawang lebih banyak ke Kabupaten Magelang karena secara geografis lebih dekat. Produksi batik mulai menunjukkan hasil setelah mereka mendapat pesanan dari sebuah rumah sakit sebanyak 80 lembar.

Batik Gemawang. (Kkn.undip)

Sejak saat itu, permintaan batik Gemawang terus meningkat hingga sekarang. Nggak hanya dari Magelang, pembeli dari Kota Magelang, Kabupaten Semarang, dan Salatiga juga mulai berdatangan. Dalam sebulan, batik bercirikan unsur alam itu bisa diproduksi hingga 1.000 potong.

Ratusan hingga Jutaan Rupiah

Selembar kain batik produksi Desa Gemawang dibanderol mulai Rp 150 ribu hingga Rp 5 juta per potong. Namun, ada beberapa batik tulis khusus yang diproduksi terbatas dengan harga mencapai Rp 8 juta per potong.

Sampai sekarang, sekurangnya ada 63 motif batik yang diproduksi di desa tersebut. Namun, hanya ada tiga motif yang dipatenkan, yakni Daun Kopi, Kembang Kopi, dan Kopi Pecah, karena ketiganya merupakan ciri khas Batik Gemawang.

Batik Gemawang. (Antara/Aditya Pradana Putra)

Dari segi teknik pembuatan, ada dua jenis batik di Gemawang, yakni batik tulis dan cetak. Kendati demikian, untuk pewarnaan, mereka memakai bahan yang sama, yakni menggunakan bahan pewarna alami.

Kamu yang tertarik dengan batik Gemawang, nggak ada salahnya membeli langsung ke desa wisata tersebut. Selain bisa memilih langsung dan bertanya filosofi motif batiknya, kamu juga bisa sekaligus belajar membatik dengan peralatan tradisional mereka. (IB24/E03)