Payung-Payung Lukis dari Klaten yang Membangkitkan Kembali Kejayaan Masa Lalu

Payung-Payung Lukis dari Klaten yang Membangkitkan Kembali Kejayaan Masa Lalu
Payung lukis. (Pinterest)

Indah dan menarik dipandang mata, itulah payung lukis. Di Klaten, payung-payung itu bisa kamu temukan, salah satunya, di Dusun Gumatar, Desa Tanjung, Kecamatan Juwuring.

Inibaru.id – Payung-payung lukis biasa menjadi properti dalam festival atau latar bernuansa tradisional tanpa meninggalkan kesan artistik. Bentuknya yang unik kian mempercantik suasana, terlebih karena lukisannya memiliki warna yang beragam.

Payung lukis memang indah dipandang! Namun, pernahkah kamu berpikir, dari mana payung-payung tersebut dibuat?

Kalau pengin tahu, mungkin kamu perlu bertandang, salah satunya, ke Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Di sana, kamu bisa menjumpai sentra pembuatan payung lukis tradisional, tepatnya di Dusun Gumantar, Desa Tanjung, Kecamatan Juwiring.

Di sana, ada Paguyuban Payung Lukis Ngudi Rahayu. Dibentuk pada 2013, paguyuban ini didirikan Ngadiyakur, seorang pengrajin yang telah memulai dunia usaha sejak 1998. Dia kemudian fokus pada pembuatan payung lukis pada 2006, lalu membentuk paguyuban.

Upaya Ngadiyakur mendirikan paguyuban bukannya tanpa alasan kuat. Kecamatan Juwiring memang sempat dikenal sebagai penghasil payung tradisional.

Sekitar 1960-an, ada pabrik Payung Pinda Aneka yang menampung payung-payung buatan para pengrajin. Penjualannya bahkan sampai ke luar negeri, lo. Sayang, kepopuleran payung ini terkikis oleh payung plastik modern dari Tiongkok sehingga pabrik itu tutup pada 1984.

Berbekal keinginan untuk menghidupkan kembali produksi payung lukis, Ngadiyakur pun berusaha untuk menginisiasi industri kreatif ini. Hasilnya lumayan. Ngadiyakur sempat memamerkan karyanya ke Dubai, Thailand, dan Berlin dengan dukungan Kementerian Pariwisata.

Tertatik dengan payung tradisional di Klaten ini? Silakan datang saja ke paguyuban tersebut! (IB20/E03)