Paralon Bakar pun Bisa Bernilai Seni, lo!

Kamu tahu nggak kalau paralon yang dibakar bisa menghasilkan karya seni bernilai tinggi? Eh, caranya seperti apa?

Paralon Bakar pun Bisa Bernilai Seni, lo!
Puzo's Art Gallery. (Qlapa.com)

Inibaru.id – Pipa nggak hanya berfungsi untuk mengalirkan benda cair atau gas. Pipa PVC a.k.a. paralon bisa disulap menjadi produk yang bernilai seni jika dibakar, lo. Wah, kok bisa?

Pujo Sunarsono, warga Pekalongan, Jawa Tengah merupakan seorang seniman paralon bakar. Menurutnya, paralon memiliki kelenturan yang bagus lantaran mengandung bahan PVC.

Nah, untuk membuat barang kerajinan, dia membakar paralon dengan mesin las. Setelah dibakar, paralon ditekan hingga membentuk lembaran. Lembaran paralon tersebut pun dibentuk menjadi pelbagai kerajinan. Pujo membuat lampu hias, tempat payung, vas bunga, kursi, cermin, kaligrafi, dan beragam suvenir yang unik dan ekskusif.

"Karya pertama saya kotak tisu, kemudian asbak, lalu jam dinding,” kenang Pujo, seperti ditulis tribunnews.com (16/7/2018).

Dengan barang yang beraneka ragam, Pujo pun mematok harga yang variatif, mulai dari Rp2.500 hingga Rp19 juta. Perbedaan harga tersebut bergantung pada tingkat kesulitan pembuatan.

Wujudkan Cita-Cita

Tempat tisu, salah satu produk galeri. (Qlapa.com)

Dulu, Pujo bekerja di perusahaan penyedia air bersih. Berkat pekerjaan tersebut, Pujo menyadari bahwa paralon yang dipanaskan akan menjadi lentur, mudah dibentuk, dan memiliki motif yang unik. Berbekal pengetahuan itu, sekaligus demi mewujudkan cita-cita untuk membuka galeri kesenian, Pujo pun berhenti dari pekerjaannya dan membuka Puzo’s Art Gallery.

Upaya Pujo untuk mewujudkan cita-cita nggak mudah. Dia mengaku, butuh perjuangan untuk memasarkan karya-karyanya. Selain itu, Pujo juga sempat kesulitan memperoleh bahan baku.

“Awal merintis usaha ketersediaan bahan baku sedikit sulit karena saya mengandalkan pengepul paralon bekas,” ujarnya.

Kini, tiga tahun sejak Puzo’s Art Gallery berdiri, kerajinan buatan Pujo sudah terjual hingga ke berbagai daerah di Indonesia. Kerajinan-kerajinan tersebut bahkan sudah menembus pasar mancanegara hingga ke Rusia, Jerman, dan Jepang, lo.

Kalau kamu tertarik untuk berkunjung ke galeri, kamu bisa datang ke Jalan Supriyadi Gang 18 No. 46, Tirto, Pekalongan Barat. Nah, selamat “menengok” karya-karya kreatif! (IB08/E05)