Papillon Studio, Karya Lokal yang Go International

Eksistensi komik memang sedang naik di pasaran ya, Millens. Bisnis tentang komik jadi sesuatu yang bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah nih.

Papillon Studio, Karya Lokal yang Go International
Komikus di Papillon Studio sedang mengerjakan komik (jateng.tribunnews.com)

Inibaru.id – Komik lokal go international. Yap, inilah pencapaian nyata Papillon Studio yang patut diacungi jempol.

Berawal dari hobi menggambar komik, enam pemuda di Kota Semarang menyatukan gagasan. Mereka pengin punya karya yang bisa diterbitkan dan dibaca oleh banyak orang. Nah, dibentuklah Papillon Studio pada September 2012.

Saat ini selain enam orang pendirinya, Papillon Studio juga mempekerjakan beberapa pekerja lepas lo. Wah, jadi wadah bagi komikus Semarang tuh.

Melansir Sindonews.com (18/2/2015), komik pertama mereka yang berjudul Boneka Kematian berhasil memikat penerbit. Komik itu pun dicetak sebanyak 14 ribu eksemplar oleh PT Elexmedia Komputindo. Lumayan banyak kan peminatnya? Selanjutnya Papillon Studio membuat komik Serial Tokoh Nasional (STN) Diponegoro.

Tahu nggak, kualitas komik buatan Papillon Studio semakin lama semakin diakui sampai ke kancah internasional, lo. Beberapa penerbit luar negeri seperti dari Amerika, Eropa, Asia, hingga Afrika menggunakan jasa mereka untuk membuat komik. Wow!

“Kami menerima deskripsi dan menerjemahkannya dalam bentuk gambar. Ya, walaupun komik kami nggak beredar di sini tapi lebih banyak yang diterbitkan di luar negeri,” kata Alfa Robbi, salah seorang pendiri Papillon Studio.

Tema komik yang dihasilkan pun beragam, mulai horor, drama, hingga aksi, tergantung dari permintaan si pemesan.

“Karya kami justru lebih banyak digemari di luar negeri. Hampir sekitar 70 persen (dibaca di luar negeri), sisanya dipasarkan di Indonesia,” lanjut Alfa, panggilan akrabnya.

Pola Kerja

Dalam membuat sebuah komik, setidaknya ada lima sampai enam komikus dalam satu tim di Papillon StudioMasing-masing bakal mendapat pekerjaan sesuai spesialisasi. Ada yang bertugas sebagai penulis, pensiler, anker (penintaan), teller, dan pemberi warna (colouring) seperti yang ditulis Tribunnews.com (20/10/2014).

Waktu pengerjaannya pun beragam, mulai lima sampai enam bulan. Lamanya pengerjaan bergantung tingkat kerumitan komik itu sendiri.

Salah satu komik buatan Papillon Studio (Twitter.com/@papillon-studio)

Kalau kamu penasaran dengan komik buatan Papillon Studio, kamu bisa membacanya di Webtoon lo. Salah satu komik Papillon Studio diterbitkan berkala di sana. Judulnya Sing Bahu Rekso. Menariknya, komik bergenre thriller itu berlatar Kota Semarang.

Oya, kamu juga bisa tuh berkunjung ke studio mereka di Jalan Tanjung 4 Klipang Alam Permai, Sendangmulyo, Kota Semarang. Bukan cuma melihat-lihat karya mereka tetapi juga belajar membuat komik. Siapa tertarik mengikuti langkah sukses Papillon Studio? (IB10/E05)