Meraba Kans Masker, Akankah Jadi Tren Fesyen?

Meraba Kans Masker, Akankah Jadi Tren Fesyen?
Masker nantinya nggak cuma jadi pelindung diri, tapi juga fesyen. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Masker dinilai juga akan merambah dunia fesyen. Hal itu terlihat dari mulai adanya brand-brand ternama yang mulai ikut bikin masker. Lalu bagaimana tanggapan dua desainer Kota Semarang ini?

Inibaru.id - Kebutuhan akan masker di tengah pandemi corona ini semakin menjadi prioritas. Persentase kasus Covid-19 yang masih mencemaskan membuat orang memakainya sebagai salah satu upaya menjaga diri. Nggak heran jika masker banyak diproduksi karena permintaan yang tinggi.

Kebutuhan akan masker menjadi peluang bagi industri fesyen untuk ikut memproduksinya. Bahkan beberapa brand ternama pun ikut-ikutan banting stir jadi produsen masih.

Maka bukan nggak mungkin, masker juga akan menjadi bagian dari fashion. Dua desainer di Kota Semarang memberikan pandangannya perihal bagaimana masker nantinya juga akan mempengaruhi mode.

Andre (kacamata) saat mengawasi proses pembuatan masker modis. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Andre (kacamata) saat mengawasi proses pembuatan masker modis. (Inibaru.id/ Audrian F)

Andre, pemilik Butik Andreste misalnya. Selama pandemi corona ini dia beralih kerja menjadi pembuat APD dan masker modis.

Andre mengutip perkataan dosennya saat kuliah bahwa, fashion bukanlah pakaian semata, tapi gaya hidup. Jadi dengan kata lain, kebutuhan akan fesyen akan beradaptasi dengan zaman.

“Sekarang gaya hidupnya harus serba protektif—dengan masker—jadi ya nggak heran kalau masker jadi fashion,” ujar Andre saat ditemui di butiknya pada Kamis (16/2/2020) siang.

Masker modis bikinan Andre. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Masker modis bikinan Andre. (Inibaru.id/ Audrian F)

Selain itu, memakai masker sekarang itu seperti memilih baju. Saat orang memilih baju, tentu akan menyesuaikan dengan karakternya, momennya pada saat itu, atau juga bahkan selera. Jadi masker pun akan turut mengikuti. Jadi, mulai banyak muncul masker fashion.

Sementara menurut Niki Hutomo, desainer Kota Semarang maraknya produksi masker ini bisa memenuhi pengadaan APD nonmedis untuk masyarakat. Terlebih setelah beberapa waktu yang lalu bermunculan penimbun masker yang menjualnya di pasaran dengan harga selangit.

“Dengan banyaknya pembuat masker, saya kira bisa membuat penimbun rugi,” papar desainer langganan kontestan lomba kecantikan ini saat dihubungi lewat Whatsapp pada Minggu (19/4/2020)

Niki Hutomo lebih mengingatkan  kalau jangan terus memburu style tapi melupakan fungsi masker itu sendiri. (Inbaru.id/  Isma Swastiningrum)
Niki Hutomo lebih mengingatkan  kalau jangan terus memburu style tapi melupakan fungsi masker itu sendiri. (Inbaru.id/  Isma Swastiningrum)

Soal masker fesyen, Niki Hutomo mengaku senang dengan tren tersebut. Karena selain kebutuhan pengamanan diri dari virus corona, masker fashion juga membuat orang yang menggunakan masker nggak tampak sakit tapi penuh stylish.

Namun Niki Hutomo juga mengingatkan, kalau menggunakan masker fashion jangan sampai melupakan fungsi aslinya. Dia khawatir, orang-orang malah memburu style-nya saja.

“Jangan kebalik, bikin masker cantik buat gaya tapi dari segi fungsinya tidak bisa melindungi,” pungkasnya.

Jadi dari pernyataan kedua desainer tadi, tampaknya bisa diperkirakan masker akan meramaikan jagat fashion ya, Millens. (Audrian F/E05)