Menjaga Kualitas, Kecap Kuda Terbang dari Salatiga Mampu Bertahan Hingga Kini

Menjaga Kualitas, Kecap Kuda Terbang dari Salatiga Mampu Bertahan Hingga Kini
Kecap Kuda Terbang. (Bukalapak)

Lokal, tapi rasanya konon mengalahkan produk nasional, bahkan internasional. Itu menurut orang Salatiga, yang terbukti masih setia menemani pelbagai menu kuliner di kota kecil yang berbatasan langsung dengan Kabupaten tersebut.

Inibaru.id – Kecap lokal dengan merek yang nggak terlalu terkenal secara nasional mungkin kurang dilirik. Namun, bukan berarti kualitas kecap ini jelek, lo.

Jika Kabupaten Kudus memiliki kecap THG, Kota Salatiga pun punya kecapnya sendiri. Di kota ini, kecap Kuda Terbang telah berhasil merebut hati sebagian masyarakat.

Berada di Jalan Progo Nomor 151, Kelurahan Kutowinangun, Kecamatan Tingkir, pabrik kecap Kuda Terbang sudah berdiri sejak 1950. Oei Kiem Liong dan Tugirah menjadi pendiri sekaligus pemilik pabrik yang telah dipegang generasi ketiga ini.

Kecap Kuda Terbang mampu bertahan selama 68 tahun karena berhasil mempertahankan rasa manis dengan tekstur yang pekat.

Menurut Cahyo Nugroho, cucu pemilik Kuda Terbang, pabrik ini menghabiskan 750 kilogram gula merah dan 5-10 kilogram kedelai dalam satu kali produksi.

Dia memasarkan produknya ke beberapa wilayah seperti Semarang, Kendal, Grobogan, Klaten, Solo, dan Yogyakarta. Per botol kecap dengan ukuran 600 mililiter, Cahyo menjualnya dengan harga Rp 16 ribu.

Wah, jadi pengin pindah ke lain hati, nih! Eh, maksudnya, mau pindah ke merek kecap ini. Terbukti kan kecap lokal pun nggak kalah berkualitas? Hm, bisa untuk oleh-oleh sepulang main ke Salatiga ya! (IB15/E03)