Mengulik Keuntungan dari Bisnis Jasa Titip

Mengulik Keuntungan dari Bisnis Jasa Titip
Bisnis jasa titip. (fashiontranslated.com)

Di era millenial, media sosial memegang peranan yang penting bagi banyak orang, termasuk untuk urusan jual-beli barang. Di Instagram, akun-akun jasa titip barang pun berkembang. Sebenarnya, seberapa menjanjikannya keuntungan dari bisnis ini?

Inibaru.id – Banyaknya artis yang membuka bisnis kuliner berupa kue-kue kekinian beberapa waktu lalu rupanya memunculkan peluang bisnis lain. Peluang bisnis tersebut adalah jasa titip.

Di Instagram, puluhan akun jasa titip sering memanfaatkan momen untuk mengeruk keuntungan dari produk yang sedang tren atau mendapat diskon di mal. Soal tarif pun mereka bersaing. Sebenarnya, seberapa untungnya bisnis jasa titip ini?

Elna Rusmiyanti adalah salah satu perempuan yang menggeluti bisnis jasa titip sejak setahun yang lalu. Lulusan S1 Manajemen STIE Widya Wiwaha Yogyakarta ini memulai bisnisnya bersamaan dengan meningkatnya permintaan terhadap kue-kue kekinian di Surabaya.

Namun, seiring berjalannya waktu, kue-kue tersebut semakin jarang diminati dan membuatnya berhenti sesaat. Elna baru aktif kembali pada Mei tahun ini dengan membuka jasa titip beberapa jenama terkenal yang ada di mal-mal di Surabaya.

Elna mengatakan, semula dia membeli kue untuk dimakan sendiri. Kemudian ada teman di kampung yang berminat nitip untuk dikirim ke Solo. Akhirnya muncul ide untuk membuka jasa titip, apalagi saat itu (kue kekinian) sedang gencar-gencarnya promosi dan lokasi tinggalnya juga sangat memungkinkan untuk membeli titipan itu di toko.

"Berangkat kerja pukul 07.00 saya mampir ke toko kue, pas jam istirahat kantor baru saya kirim ke gerai jasa pengiriman terdekat,” tuturnya.

Karena tren kue kekinian telah berlalu, kini dia membuka jasa titip untuk membelikan sepatu, tas, baju, hingga aksesori impor. Untuk setiap barang, dia mematok tarif sebesar Rp 10.000-25.000. Elna mengaku tarif ini telah disesuaikan dengan para pebisnis jasa titip lainnya supaya nggak kalah saing.

“Itu juga tergantung dengan jarak tempuh ke mal. Semakin jauh ya semakin mahal,” tambah perempuan kelahiran Blora, 15 Maret 1993 ini.

Untung Besar

Dari bisnis ini, Elna bisa meraup untung sebesar Rp 1 juta-2,5 juta per minggu. Menurutnya, bisnis jasa titip bisa dijadikan penghasilan utama kalau pelakunya rajin ke mal untuk memanfaatkan promo. Dibantu sang suami, Elna biasa mengirim barang-barang titipan teman, kerabat, atau pengecer di berbagai daerah seperti Tulungagung, Kediri, Purwokerto, hingga Samarinda.

Selain Elna, ada pula Anisah Chamalia. Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Diponegoro Semarang ini menjalankan bisnis jasa titip bersama seorang temannya sejak Oktober 2017. Dia sering mendapat permintaan untuk mengirim makanan ke orang yang sedang sakit atau pasangan yang sedang menjalani LDR. Wah, nyambi jadi kurir, nih!

Dengan mematok tarif sebesar Rp 15 ribu per barang, Anisah rata-rata memperoleh penghasilan Rp 75 ribu per hari. Pengguna jasanya yang terjauh berasal dari Jakarta.

“Beberapa kali ada juga pesanan dari Semarang, tapi bukan dari teman sekampus,” ujar gadis kelahiran 17 Maret 1998 ini.

Senada dengan Elna, kalau pengin memperoleh penghasilan maksimal dari jasa titip, Anisah menyarankan pelaku bisnis ini untuk aktif mengikuti tren.

Hayo, tertarik membuka bisnis jasa titip? Eh, atau justru mau menggunakan jasa titip Elna dan Anisah? Kalau mau, kamu bisa menghubungi Elna di nomor 085649269694 dan Anisah di nomor 081391181505. Happy shopping, Milens! (Artika Sari/E03)