Mengintip Usaha Warung Mangut Welut Bu Nasimah yang Menunya Bikin Lapar Mata

Mengintip Usaha Warung Mangut Welut Bu Nasimah yang Menunya Bikin Lapar Mata
Suasana Warung Mangut Welut Bu Nasimah pada pagi hari. Warung sesak ketika jam makan siang. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Berdiri sejak era 80-an, Warung Mangut Welut Bu Nasimah merupakan salah satu warung legendarisnya Semarang. Menyediakan berbagai menu andalan mangut dari berbagai macam ikan dan belut yang jarang ditemui di tempat lain.

Inibaru.id – Warung Mangut Welut Bu Nasimah awalnya sebuah warung kecil  langganan para mahasiswa. Namun sekarang, warung tersebut terus berkembang dengan tipe pelanggan yang bermacam-macam. Kamu harus siap-siap berdesakan saat jam makan siang.

“Warung Mangut Welut Bu Nasimah itu awalnya ibu saya kan jualannya nggak mangut welut, tapi mangut yang biasa itu. Dulu awalnya kita jualan itu pas ada IKIP tahun 80-an, sekarang Unnes. Terus mulai jualan macam-macam tapi yang paling digemari belut. Sampai sekarang belut,” kata Sugiyati anak ketujuh Bu Nasimah.

Warung tersebut menyediakan tiga macam olahan mangut. Ada mangut welut, mangut ikan manyung, dan mangut ikan pe. Dalam sehari warung ini memasak hingga dua kg belut dengan lima kg cabai rawit setan. Wah!

Pengunjung datang dari berbagai macam kalangan. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Menu yang disediakan nggak hanya mangut, tapi juga berbagai macam sayuran dan lauk. Sugiyati mengaku dirinya nggak memiliki resep rahasia atau keunikan khusus ketika masak. Dia memasak seperti halnya orang Jawa memasak, ada pedas, asin, dan gurih. Baginya semua masakan kalau takarannya pas, pasti enak.

“Keunikan nggak ada. Mungkin karena makanannya legendaris. Yang makan di sini itu relasi. ‘Ayo, makan di sini lo, dulu aku makan di sini. Makan di sini saja.’ Paling gitu saja. Kayak turun temurun,” Sugiyati menjelaskan.

Benar saja, salah satu pengunjung bernama Titien Nawolo mengaku datang ke tempat ini karena rekomendasi seseorang. Dia bercerita awal pertemuannya dengan warung ini ketika temannya seorang dosen Unnes mengajak makan di tempat yang juga masuk daftar kuliner rekomendasi Semarang tersebut. Titien sampai hafal banyak menu yang disediakan, bahkan hampir semua makanan di Warung Mangut Welut Bu Nasimah telah dia rasakan.

“Saya sempat bisa dibilang lapar mata karena variasi makanan yang banyak. Ketika datang lauknya ini, nanti ini. Nyobain semua rasa. Besok lagi opor, lalu ayam kampung, garang asem, keong, cumi, hingga dibungkus. Jadi, kalau ke sini sekarang nggak terlalu lapar mata,” katanya.

Aneka menunya bikin kalap mata. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Saat diwawancara Inibaru.id, Titien datang bersama suami dan anaknya Tika Hapsari untuk sarapan mangut welut. Sayangnya pagi itu dia kepagian dan mangut welutnya belum matang, sehingga memutuskan memesan mangut ikan pe.

“Pedas,” satu kata dari Tika mengomentari mangut ikan pe yang usai disantapnya.

Cabang warung juga dibuka di alamat Jalan Kyai Saleh nomor 1 Semarang lo, Millens. Cabang ini dikelola oleh kakak nomor tiga Sugiyati. Kalau kamu kebetulan lewat, jangan lupa mampir ya! (Isma Swastiningrum/E05)

 

Mangut Welut Bu Nasimah

Jenis               : Rumah makan

Alamat            : Jalan Menoreh Raya nomor 10B Semarang

Cabang           : Jalan Kyai Saleh nomor 1 Semarang

Harga Makanan: Rp1.000 - Rp80.000

Harga Minuman: Rp4.000 - Rp8.000

Tags : #Semarang