Mendulang Untung dari Digital Streaming, Mungkinkah?

Mendulang Untung dari Digital Streaming, Mungkinkah?
Irama Records adalah salah satu distributor musik ke layanan-layanan digital streaming. (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)

Distribusi musik secara digital memang sedang marak terjadi. Namun, apakah distribusi semacam ini memang menguntungkan?

Inibaru.id Digital streaming memang memberikan cara baru untuk menikmati musik. Sekarang, cara ini bahkan mendominasi. Namun, jika dilihat dari sisi bisnis, layanan digital streaming nggak terlalu menguntungkan, Millens. Tahun lalu, royalti yang diberikan Spotify untuk satu stream atas sebuah lagu hanyalah $0,0032 atau setara Rp 50. Jadi, kalau kamu ingin mendapat royalti senilai UMR Semarang (Rp 2.715.000,00), musikmu harus diputar paling sedikit 54.300 kali. Hm

Hal ini diakui oleh Irama Records, kelompok yang menjalankan distribusi musik secara digital di Semarang. Menurut mereka, mendistribusikan musik melalui layanan digital streaming memang belum menguntungkan secara bisnis.

“Untung dalam segi materi seperti yang tadi kita bahas, belum. Beda cerita ya kalau streamer-nya sudah puluhan juta,” tulis Irfan Abdy dan Sani, pengelola Irama Records, melalui pesan singkat (28/3). Untuk mendapat streamer puluhan juta, kira-kira kamu perlu waktu berapa lama, Millens?

Yang lebih mudah dari digital streaming adalah proses audit jumlah stream dan royalti yang didapat dari kalkulasi tersebut. Semuanya terkomputasi dengan jelas oleh algoritma yang ada. Walaupun seperti itu, tetap saja pemasukan nggak bertambah.

Apalagi dengan mudahnya akses pada layanan digital streaming dan akses untuk merekam musik, orang semakin mudah untuk memproduksi dan menyebarkan musik. Lihat saja band-band baru yang merilis musik melalui layanan digital streaming.

Banyaknya pendengar sebuah musik di Spotify nggak langsung berarti royalti dari musik tersebut banyak. (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)
Banyaknya pendengar sebuah musik di Spotify nggak langsung berarti royalti dari musik tersebut banyak. (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)

Untuk menanggulangi urusan stream dan memastikan musiknya sampai ke pendengar luas, Irama Records melakukan pitching untuk memasukkan musik yang mereka distribusikan ke playlist di Spotify. Kamu pasti pernah melihat playlist-playlist yang dibuat oleh tim Spotify di aplikasinya, kan?

Nah, dengan memasukkan musik ke playlist semacam Indienesia, Irama Records bisa menambah stream pada musik-musik yang mereka distribusikan. Dengan cara itu, musik-musik yang mereka distribusikan bisa mencapai angka 40.000 sampai 50.000 streams dalam waktu seminggu.

Promosi-promosi secara konvensional seperti melakukan promosi di radio tetap dilakukan. Hal ini dirasa bisa menambah angka stream. Irama Records juga menyebar musik-musiknya ke banyak platform digital streaming. Semua cara dilakukan agar musik yang diurus oleh Irama Records bisa sampai ke telinga publik luas.

“Karena kita berangkat dari musikus juga, yang merasakan perlunya distributor digital di kota ini,” tambah Irfan dan Sani.

Kamu tertarik menyebar musikmu lewat layanan digital streaming, Millens? (Gregorius Manurung/E05)