Mencicip Torakur, Kurma Ala Masyarakat Bandungan

Di Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah ada satu manisan yang harus kamu cicipi. Wisatawan biasa menyebutnya kurma ala Bandungan karena bentuknya yang mirip kurma. Seperti apa ya rasanya?

Mencicip Torakur, Kurma Ala Masyarakat Bandungan
Torakur atau manisan tomat. (Tribunnews.com)

 

Inibaru.id – Berawal dari harga jual tomat yang kerap anjlok setelah panen di pasaran, Sri Ngestiwati berinovasi membuat olahan tomat. Siapa sangka, olahan tersebut kini malah jadi salah satu buah tangan yang diburu pengunjung objek wisata Bandungan. Sejak 2002, dia mengolah tomat menjadi camilan legit. Tomat-tomat ini merupakan hasil panen wilayah Bandungan.

Yap, camilan manis tersebut adalah Torakur (Tomat Rasa Kurma). Meskipun bentuk dan teksturnya menyerupai kurma, namun rasa Torakur berbeda lo. Kamu bakal menemukan rasa yang unik pada setiap gigitan Torakur.

Torakur yang telah dikemas (travel.tribunnews.com).

Ngesti, sapaan akrab Sri Ngestiwati, mengatakan awalnya banyak petani yang nggak jadi menjual tomatnya karena harga jualnya sangat rendah di pasaran. Saat panen raya, tomat hanya dihargai Rp 250 per kilogram. Karena hal itu, bahkan ada petani yang enggan memetik tomat dan membiarkannya busuk.

“Melihat harga tomat yang murah saat itu, kami eman-eman. Kemudian muncul gagasan untuk membuat oleh-oleh khas Bandungan yang bisa dipasarkan di tempat ini dan di tempat lain belum ada," kata Ngesti.

Ditulis Detik.com (28/05/2018), Ngesti akhirnya membulatkan tekad untuk berinovasi memecahkan masalah tersebut. Dia membuat manisan tomat dan mencoba memasarkannya dengan terlebih dahulu memberikan sampel untuk dicoba rekan kerjanya.

Di Bandungan kamu bakal menemukan banyak produsen Torakur. Tapi Ngestilah yang pertama kali menemukan resep ini. Kini dia telah memasarkan produknya hingga Semarang, Salatiga dan sekitarnya. Wah!

Cara Pembuatan

Cara membuatnya cukup sederhana, lo Millens. Pertama-tama, buah tomat harus dipilih yang sudah matang. Kemudian dicuci bersih, terus ditusuk-tusuk dan direndam air kapur. Usai direndam biji tomatnya dikeluarkan dan dibersihkan kembali, kemudian direbus dengan gula pasir.

"Setelah diangkat ditus (ditiriskan-red) biar air rebusan hilang, kemudian dijemur di rak kaca hingga setengah kering. Setelah itu dibentuk dan dijemur lagi hingga siap dikemas," tuturnya.

Nah, proses pembuatan dari tomat hingga menjadi Torakur tersebut membutuhkan waktu satu minggu. Kini, Ngesti telah dibantu oleh  8 orang pekerja yang kebanyakan perempuan dan tetangga sekitarnya.

Tomat matang yang akan diolah menjadi Torakur (tribunnews.com)

Untuk saat ini dalam satu kali produksi, Ngesti membuat sekitar 2 kuintal tomat. Setelah jadi dikemas secara apik dengan ukuran 225 gram serta 500 gram. Eits, Torakur ini dibuat tanpa bahan pengawet dan pewarna lo. Torakur produksi Ngesti bisa bertahan 6 bulan. Awet kan?

Millens Penasaran dengan rasa Torakur produksi NgestiDatang saja ke objek wisata di Bandungan atau memesan langsung secara daring. (IB06/E05)