Memulai Bisnis Keik dengan Setundun Pisang Ambon

Memulai Bisnis Keik dengan Setundun Pisang Ambon
Ahsanul Fathiyyatun Nisa, pemilik Nonami Kitchen. (Inibaru.id/ Rafida Azzundhani)

Dikenal di Kudus sebagai pemilik Nonami Kitchen yang memproduksi kue kering dan brownies, Ahsanul Fathiyyatun Nisa rupanya merintis usaha dengan bekal setundun pisang Ambon untuk mengkreasikan Banana Moist Cake.

Inibaru.id – Menjelang perayaan Idulfitri, penjual kue biasanya kebanjiran order, nggak terkecuali Ahsanul Fathiyyatun Nisa. Pemilik Nonami Kitchen itu tengah membuat pesanan kue kering untuk lebaran.

Sembari menunggu kue siap dikemas, perempuan yang akrab disapa Nisa itu pun mulai bercerita tentang ihwal mula dirinya merintis bisnis kue di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada 2018. Usaha tersebut kemudian diberi nama Nonami Kitchen.

Nisa mengenang, suatu ketika dia memanen pisang di kebunnya. Karena di rumah hanya ada dirinya dengan sang suami, setundun pisang Ambon hasil panen itu pun terbengkalai, nggak habis kalau cuma dikonsumsi berdua.

Nah, dari situlah perempuan yang mengaku sangat suka banana moist cake ini memutuskan untuk mengolah pisang yang tersisa untuk membuat keik kesukaannya.

Banana moist cake dibuat dengan panduan buku resep miliknya. Ini adalah pengalaman pertamanya! Nisa mencoba mempraktikkan satu per satu langkah pembuatan kue dalam resep tersebut. Hasilnya? Nisa bilang, memuaskan!

Setali tiga uang, saat dia mencoba membagikan kue pisang lembut bikinannya itu ke saudara-saudara, hampir semuanya berkomentar positif.

"Iya, dibilang enak!" seru Nisa.

Kue Nastar buatan Nisa, menjadi kue favorit ketika menjelang Lebaran. (Nonami Kitchen)
Kue Nastar buatan Nisa, menjadi kue favorit ketika menjelang Lebaran. (Nonami Kitchen)

Iseng, Nisa juga sempat mengambil foto keik tersebut dan mengunggahnya ke media sosial. Ternyata, banyak yang memesan! Dari situ lah Nisa memberanikan diri untuk membuat usaha kue.

Sempat Ditentang Keluarga

Namun, ibarat pameo nggak ada jalan yang selalu mulus, sejumlah tantangan juga sempat dirasakan alumnus Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang ini. Saat mulai merintis bisnis kue, Nisa sempat ditentang oleh keluarganya.

Dalam pandangan keluarga Nisa, seorang sarjana teknik nggak seharusnya bekerja dan menghabiskan waktunya di dapur. Tapi, dia pantang patah semangat. Diremehkan justru membuatnya terus berusaha membuktikan diri. 

Perjuangannya membuahkan hasil. Dia sukses dengan usahanya, berhasil meyakinkan keluarganya, dan membuat keluarganya perlahan mendukung usaha tersebut.

“Saya buktikan, dengan jualan ini saya bisa punya penghasilan sendiri, nggak cuma minta suami,” tegasnya.

Berbagai jenis kue pernah diproduksi Nisa, mulai dari banana moist cake, brownies, kue tart, kue kering, hingga keik tapai keju. Yang menarik, semua kue tersebut dibuat Nisa secara autodidak, hanya dengan memodifikasi resep yang ada di buku masakan.

Putri Salju Oreo, hasil inovasi Nisa dalam memodifikasi resep. (Nonami Kitchen)
Putri Salju Oreo, hasil inovasi Nisa dalam memodifikasi resep. (Nonami Kitchen)

Gagal, Nangis, dan Enggan Masuk Dapur

Gagal ketika membuat kue bukanlah hal baru bagi Nisa. Perasaan kesal, menangis, bahkan sampai enggan masuk dapur selama berhari-hari pernah dialami Nisa. Namun, dia ingat satu hal, kunci dari kesuksesan membuat kue adalah sabar dan telaten.

“Ya, pernah sampai nggak mau masak, nggak mau ngapa-ngapain, karena sebel. Tapi, dari kegagalan itu saya belajar,” akunya, lalu tersenyum.  

Selain sabar dan telaten, Nisa merasa, kunci kesuksesannya adalah bersedekah. Menurutnya, mau ada pelanggan atau nggak, harus tetap rajin sedekah. Menurutnya, sedekah membuat rezekinya lebih lapang.

“Saya mengutamakan the power of sedekah. Allah mempermudah rezeki," tandas Nisa.

Iya deh, percaya kok, Mbak Nisa! Gimana nih, berminat menerapkan kunci kesuksesan Nisa juga, Millens? (Rafida Azzundhani/E03)