Melongok Sentra Pembuatan Alat Permainan Edukatif di Klaten

Melongok Sentra Pembuatan Alat Permainan Edukatif di Klaten
APE Kuda Goyang (apeklaten.blogspot.com)

Ingin menjadikan anak cerdas dan kreatif? Yuk mulai kenalkan anak dengan Alat Permainan Edukatif (APE).

Inibaru.id - Dalam masa tumbuh kembangnya, anak-anak memerlukan stimulasi yang tepat agar bisa tumbuh menjadi anak yang cerdas dan kreatif. Stimulasi tersebut bisa diperoleh dari mainan kan?

Alih-alih memberikan gawai untuk anak-anak bermain, mainan edukatif bisa menjadi sarana untuk meningkatkan kreativitas dan membuat anak menjadi cerdas. Selain tentunya juga melatih motorik anak untuk lebih banyak bergerak.

Kini beragam mainan edukatif untuk anak-anak bisa kamu temukan dengan mudah. Apalagi jika kamu berkunjung ke Klaten dan melewati Jalan Raya Pedan-Cawas. Kamu bisa melihat beragam produk mainan edukatif terpajang di sepanjang tepi jalan.

Ya, pasalnya di sana merupakan sentra pengrajin alat permainan edukatif (APE). Tepatnya berada di Dukuh Keden, Desa Jetis Wetan, Kecamatan Pedan. Ada puluhan orang warga di sana yang menggantungkan hidupnya dari kerajinan APE.

Hendra Wibisono, pemilik Kampoeng Creative Toys sedang mengecat mainan kuda-kudaan. (timlo.net)

Ratusan Model APE

Mengutip merdeka.com (16/12/2016), dengan mudah kamu bisa menemukan ratusan jenis mainan edukatif berbahan kayu dan besi di sana. Seperti puzzle kayu dengan berbagai bentuk, hingga jungkat-jungkit berbahan besi. Ada yang berfungsi melatih motorik anak, hingga pengenalan warna, huruf, dan angka. Tinggal pilih deh sesuai kebutuhan.

Menurut Hendra Wibisono, salah satu pengrajin APE sekaligus pemilik Kampoeng Creative Toys, prospek kerajinan APE terus mengalami pertumbuhan. Bahkan meski digempur mainan modern berbahan plastik dari Tiongkok.

Dia berpendapat apa pun kurikulum pendidikannya, mainan tersebut sangat dibutuhkan untuk menyampaikan pelajaran. Karena hal itulah, dia mulai serius menjalani bisnis yang diwariskan kakeknya itu sejak 2008. Kini, ayah tiga anak itu dalam sebulan bisa mendapatkan omzet hingga Rp 20 juta, lo.  Wah!

Puzzle rambu-rambu lalu lintas. (merdeka.com)

Memiliki sekitar 400 jenis edukatif baik indoor maupun outdoor, Lulusan Sarjana Hukum itu  nggak menjual sendiri produknya. Melalui reseller online shop yang dimilikinya, produknya kini sudah merambah ke berbagai daerah. Bahkan hingga ke luar Jawa seperti Medan, Riau hingga Kalimantan.

Soal harga juga bervariasi. Mulai dari yang termurah Rp 15 ribu seperti mainan puzzle kayu, hingga yang termahal mencapai Rp 8-9 juta untuk mainan playground. Selain itu, meski satu kampung rata-rata model mainannya hampir sama, yang membedakan adalah material yang dipakai dan kualitasnya.

Bagaimana Millens, lebih menarik dari gawai bukan? (IB05/E05)