Kano Ramah Lingkungan dari Limbah Serat Tebu

Kano Ramah Lingkungan dari Limbah Serat Tebu
Peluncuran Kano LCGS yang ramah lingkungan. (its.ac.id)

Habis manis, sepah pantang dibuang. Jika biasanya sepah tebu hanya akan menjadi sampah, kali ini sekelompok mahasiswa mengubahnya menjadi kano yang ramah lingkungan. Wah!

Inibaru.id – Pada umumnya kano terbuat dari serat fiber, Millens. Di Indonesia pun sudah ramai industri pembuatan kano dengan bahan serat fiber. 

Tapi tahu nggak, penggunaan serat fiber yang semakin marak bisa memicu pencemaran lingkungan lo. Untuk mencegahnya, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya membuat inovasi berupa kano yang terbuat dari serat tebu.

Kapal Kano serat fiber. (kajakkaufen.de)

Kano itu diberi nama Kapal Kano LCGS (Low Cost Green Ship). Kano LCGS diklaim lebih ekonomis dan ramah lingkungan.

Limbah Serat Tebu

Oya, tim Kano LCGS terdiri dari Taufikur Rahmadani, Hafez Haris Arya, dan Ramdan Anggoro. Ide membuat kano dari limbah serat tebu mereka dapat saat melihat banyaknya serat tebu yang dibuang begitu saja oleh pedagang es tebu.

Mereka pun melakukan riset dan uji coba tuh. Hasilnya ternyata serat tebu punya kekuatan setara dengan serat fiber. Wah, keren kan?

Nah, karena itu tim Kano LCGS mantap menggunakan serat tebu sebagai pengganti serat fiber untuk membuat kano. Selain meminimalisir pencemaran lingkungan, inovasi itu juga bisa mengurangi limbah serat tebu yang nggak terpakai.

Fyi, Kano LCGS sudah diluncurkan pada Rabu (18/7/2018) lalu di Pulau Merah, Banyuwangi. Youngster.id Selasa (24/7/2018) menulis bahwa acara peluncuran itu sekaligus diharapkan mampu membantu pengembangan wisata di Pulau Merah.

Wah, jadi nggak sabar pengin ikut mencoba kano ramah lingkungan itu. Ha-ha! Yap, semoga Kano LCGS segera dipasarkan secara massal ya, Millens. (IB10/E05)