Autogrow, dari ITB untuk Para Petani Indonesia

Mahasiswa ITB ciptakan alat pengatur iklim untuk bertani bernama autogrow. Menggunakan alat tersebut, kamu bisa bercocok tanam di ruangan tertutup di atas lahan sempit.

Autogrow, dari ITB untuk Para Petani Indonesia
Autogrow. (itb.ac.id)

Inibaru.id - Untuk bisa tumbuh dengan subur, tanaman membutuhkan bantuan sinar matahari. Tapi, bukan hal mustahil jika di masa mendatang tanaman bisa tumbuh subur meski nggak ada sinar matahari. Apalagi jika iklim lingkungan di sekitar tanaman tumbuh bisa diatur. Caranya?

Yaitu dengan menggunakan Autogrow. Sebuah alat yang bisa membuat tanaman tumbuh subur dengan pengaturan suhu, kelembapan, iklim cuaca, serta cahaya secara otomatis. Menggunakan Autogrow, kamu nggak perlu lagi bergantung pada matahari. Intensitas cahaya dan suhu bisa diatur dengan alat ini. Keren ya?

Kelebihan autogrow adalah khusus dipakai di dalam ruangan. Jadi, bisa banget kalau Millens ingin berkebun dengan sistem hidroponik di lahan sempit. Mau media tanamnya berbentuk vertikal atau horizontal nggak masalah. Asyik kan?

Mengutip itb.ac.id (2/7/2018), adalah Pranara P. Christian Sitepu, Noor Azizah, dan Giovanni Guliano yang menjadi pembuat alat tersebut. Ketiganya merupakan mahasiswa program Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2013. Sedangkan sebagai pembimbingnya adalah Ary Setijadi P dan Reza Darmakusuma dari Program Studi Teknik Elektro serta Iriawati dari Program Studi Biologi.

Latar Belakang Ide

Ide autogrow ini muncul lantaran kegagalan panen para petani yang disebabkan ketergatungan petani pada iklim yang nggak diprediksi. Sehingga diharapkan dengan autogrow, petani nantinya mampu membuat kondisi iklim yang stabil dan ideal sesuai kebutuhan tanaman.

Selain itu, adanya riset dari MIT Agriculture Departement tentang pengaturan iklim dalam ruangan untuk tanaman juga menjadi pencetus lain ide membuat autogrow. Karena itu pula, penduduk perkotaan yang nggak memiliki lahan bercocok tanam juga menjadi sasaran lain pengguna autogrow.

Tanaman yang sedang ditumbuhkan dengan autogrow. (itb.ac.id)

Nggak susah kok untuk menggunakan Autogrow ini. Ada aplikasi yang terhubung dengan android. Terhubung melalui IoT (Internet of Things), lewat aplikasi tersebut kamu tinggal mengatur parameter kondisi iklim seperti cahaya, suhu, kelembapan, pH, dan sebagainya. Simple bukan?

Lebih asyiknya lagi, kamu juga bisa mengendalikan dan memonitor kondisi pertumbuhan tanaman dari jarak jauh dan tinggal menunggu panen tiba. Namun, jika pertumbuhannya belum optimal, parameter yang kamu masukkan nantinya akan diperbarui otomatis agar dapat memperoleh hasil panen yang optimal. Wah, canggih!

Well, semoga saja dengan autogrow, hasil pertanian Indonesia makin melimpah ya Millens! (IB05/E05)