Kemudahan Teknologi, Belanja ke Pasar Tradisional Juga Bisa lewat Daring

Kemudahan Teknologi, Belanja ke Pasar Tradisional Juga Bisa lewat Daring
Aplikasi Tumbas.in. (Inibaru.id/Ayu S Irawati)

Melalui Tumbas.in, kamu yang malas belanja langsung ke pasar tradisional bisa memesannya via daring. Harga sesuai kondisi pasar tradisional, waktu juga bisa dipakai untuk keperluan lain. Praktis, bukan?

Inibaru.id – Pasar tradisional di Indonesia memang terus dibenahi. Namun, kesan sumpek, pengap, sesak, dan kadang kotor, nggak bisa dihilangkan begitu saja. Bagi yang malas berdesakan atau nggak punya waktu, ini tentu jadi masalah. Nah, kalau kamu termasuk yang seperti itu, aplikasi ini mungkin bisa jadi solusi. Tumbas.in namanya.

Berbeda dengan kebanyakan aplikasi jual-beli yang mematok harga pasti, Tumbas.in mematok harga berdasarkan harga pasar tradisional. Mereka bahkan menawar harga laiknya kita berbelanja barang di pasar tradisional pada umumnya.

Bayu Mahendra Saubig, salah seorang founder Tumbas.in mengatakan, bisnis kreatif ini sengaja dibangun untuk mengakomodasi pedagang kecil dan toko kelontong. Jadi, layanan tersebut dibuat untuk mempertemukan pembeli dengan "pedagang tradisional".

“Pasar modern kan sudah mulai masuk ke kota kecil. Nah, kami pengin membantu pedagang-pedagang kecil dan toko kelontong untuk bersaing,” jelas Bayu pada Inibaru.id belum lama ini.

Dengan latar belakang itu, lanjutnya, Tumbas.in nggak hanya membantu para pembeli yang membutuhkan efisiensi waktu. Para pedagang pun bisa memiliki pasar yang lebih luas.

Belanja ke pasar tradisional dapat dilakukan via daring. (Inibaru.id/Ayu S Irawati)

Melalui layanan tersebut, kamu bisa berbelanja buah, sayur, lauk-pauk, dan barang-barang lain yang umumnya ditemukan di pasar tradisional hanya dengan ponsel pintarmu. Cara pakainya pun mudah! Kamu hanya perlu memilih barang incaran, mengisi alamat, lalu menunggu pengiriman barang.

Dikirim Pagi

Tumbas.in melakukan pengiriman barang tiap pagi. Semua pesanan pada hari sebelumnya akan dikumpulkan dan dibelanjakan mulai pukul 03.00 pagi. Jadi, kebutuhan pasarmu dijamin segar, nih!

Dengan sistem seperti ini, Tumbas.in bisa melayani para ibu yang memiliki kesibukan kerja. Karena kemudahan itu, layanan yang tersedia di Semarang tersebut juga menjadi andalan sejumlah pengelola tempat makan, lo!

“Awalnya memang kami melayani orang-orang di rumah atau di kantor. Tapi, kemudian kami kembangkan lagi ke warung makan yang sama-sama membutuhkan kebutuhan di pasar tradisional,” ujar Bayu.

Kalau kamu tertarik menggunakan layanan ini, biaya transportasi yang dikenakan nggak bakal menguras kantong, kok. Jarak pengiriman di bawah 5 kilometer hanya dikenai tarif Rp 5.000. Sementara, untuk lokasi yang lebih jauh lagi, kamu hanya perlu menambah Rp 2.000 per kilometer.

Gimana, tertarik untuk berbelanja ke pasar tradisional melalui daring, Millens? (Ayu S Irawati/E03)