Tetap Ada Proses Tawar-menawar Kalau Belanja di Pasar Tradisional via Aplikasi

Jika kamu berpikir "fasilitas" menawar barang otomatis hilang saat kamu memakai aplikasi untuk belanja di pasar tradisional, kamu salah. Proses itu tetap ada dan dilakukan secara manual.

Tetap Ada Proses Tawar-menawar Kalau Belanja di Pasar Tradisional via Aplikasi
Transaksi di pasar. (Inibaru.id/Ayu S Irawati)

Inibaru.id – Kemudahan teknologi merambah ke segala lini, nggak terkecuali jual-beli di pasar tradisional. Transaksi yang dulu dilakukan secara konvensional, kini mulai beraroma teknologi. Bahkan, kini ada layanan daring untuk pembelian di pasar tradisional.

Cara itu tentu memudahkan pelanggan pasar tradisional. Namun, masih banyak yang nggak sreg dengan cara itu. Sebagian orang berpikir, bertransaksi via daring tentu akan memangkas "fasilitas" tawar-menawar yang biasa ada di pasar. Mereka takut harganya jadi lebih mahal. Benarkah demikian?

Sebenarnya, kamu nggak perlu khawatir dengan pengeluaran yang membengkak. Tumbas.in, misalnya, mematok harga sesuai harga pasar. Layanan berbelanja di pasar tradisional itu menyertakan harga saat kita melakukan pemesanan. Bahkan, shopper atau orang yang bertugas berbelanja, juga melakukan proses tawar-menawar.

“Harga pasar, kan, naik turun. Kalau naik lebih dari patokan kami, kami tetap menawar,” jelas Sri Wahyuni, perempuan yang bekerja sambilan sebagai shopper Tumbas.in.

Terus, kalau kenaikan harga nggak bisa diatasi, Tumbas.in akan mengonfirmasikan hal tersebut pada pelanggan. Jadi, begitu, deh, prosesnya!

Oya, kendati ada sejumlah pedagang yang biasa dijadikan langganan, shopper juga perlu ke sana kemari untuk mencari barang berharga murah dengan kualitas oke, lo. Apalagi, ada kalanya pedangang meliburkan diri atau kebutuhan yang diperlukan nggak tersedia di pedagang langganan.

Setelah pembelanjaan selesai dilakukan, barang-barang akan dicek oleh quality controller (QC), baik dari segi kualitas dan kuantitas. Di situ, QC juga berperan dalam pengadaan barang.

“Misal nggak pas hari transaksi, QC itu mulai muter dan cari-cari barang. Terus, buat penawaran khusus berdasarkan rentang harga pengalaman,” jelas Bayu Mahendra Saubig, salah seorang penggagas Tumbas.in.

Kurir Tumbas.in. (Inibaru.id/Ayu S Irawati)

Nah, setelah melewati proses pengecekan, barang pesanan akan dikirim oleh kurir menuju pelbagai lokasi. Rentang waktunya antara pukul 05.30-09.00 WIB.

Cara lain yang dilakukan Tumbasin untuk mengatasi harga yang fluktuatif adalah dengan membeli barang-barang ketika harga sedang murah. Barang-barang tersebut kemudian disimpan di dalam gudang kantor yang berlokasi di Jalan Cinderaya No 33, Kedungmundu, Semarang, Jawa Tengah.

“Ada produk-produk bermerek seperti sirup, tepung, dan air minum kemasan,” tambah Bayu.

Hm, menarik, ya! Ide bisnis ini terbilang baru dan kreatif. Kamu juga bisa, lo, menciptakan ide-ide bisnis kreatif lainnya. (Ayu S Irawati/E03)